Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIDAKNYA 36 unit bus Transjakarta dikabarkan hilang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo akan mengecek kebenaran soal hilangnya 36 bus Transjakarta yang ditempatkan di Terminal Pulogebang tersebut.
"Nanti saya cek ya," katanya kepada awak media, Rabu (22/5).
Meski belum dipastikan, namun Syafrin menjelaskan bukan hanya barang milik daerah (BMD) Jakarta seperti 36 bus yang dikabarkan hilang. Akan tetapi, onderdil hingga kursi dari ratusan bus Transjakarta ada yang dicuri.
Baca juga : Rute Baru TransJakarta Didemo Sopir Angkot
Pencurian ini disebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Di satu sisi, Syafrin tak mengungkapkan lebih lanjut soal pelaporan kepada aparat kepolisian itu.
"Tapi di beberapa lokasi kami yang menjaga, seperti di Terminal Pulogadung, sempat ada kejadian bus-bus tersebut beberapa komponennya dimaling. Ini kami tindak lanjuti dengan laporan ke polisi, kemudian dibuatkan berita acaranya," urainya.
Syafrin menambahkan, proses penghapusan BMD berupa ratusan bus Transjakarta tersebut semula diurus oleh Dishub DKI. Kemudian, proses penghapusan BMD menjadi tanggung jawab Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta.
Baca juga : Trans-Jakarta Buka Layanan Pulo Gadung-Kantor Wali Kota Jakarta Utara
BPAD DKI Jakarta kini disebut masih meminta perizinan DPRD DKI Jakarta untuk menghapuskan 417 bus Transjakarta itu dari BMD Pemprov DKI Jakarta. Penghapusan ratusan bus dilakukan melalui lelang.
"Rekan-rekan BPAD DKI sudah mengajukan untuk mohon persetujuan dari DPRD SKI untuk penghapusannya. Otomatis tinggal menunggu surat persetujuan itu, yang kemudian proses selanjutnya, oleh BPAD DKI, ke proses lelang," urai Syafrin.
Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari mengungkapkan, sebanyak 36 bus Transjakarta yang merupakan barang milik daerah (BMD) hilang ketika diletakkan di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.
Baca juga : TransJakarta Beroperasi Dari Terminal Pulogebang Angkut Gelombang Arus Balik
Adapun 36 bus ini merupakan bagian dari 417 bus Transjakarta terbengkalai yang hendak dihapuskan sebagai BMD Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Eneng mengaku terheran-heran lantaran 36 bus Transjakarta itu bisa menghilang dari Terminal Pulogebang.
“Terminal ini [Terminal Pulogebang] merupakan salah satu terminal yang paling bagus, tapi sayangnya terminal ini tidak aman. Jadi, saya masih belum bisa membayangkan bagaimana 36 bus single Transjakarta itu bisa hilang dari terminal ini," katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (21/5).
Sebagai informasi, Dishub DKI hendak menghapuskan BMD itu karena 417 bus Transjakarta itu sudah berusia tua. Proses penghapusan 417 bus sejatinya telah berlangsung sejak 2018. Namun, proses penghapusan BMD ini tergolong nihil. Pemprov DKI lalu berdalih proses penghapusan berlarut karena persoalan administrasi.
Baca juga : Polda Metro Jaya Ciduk Enam Pencuri Onderdil Bus TransJakarta
Sebanyak 417 bus itu terdiri dari berbagai merek. Misalnya, Zhongtong, Yutong, Hino, Mercedes, Hyundai, Komodo, Ankai, serta Inobus.
Sementara itu, usai Komisi C mengizinkan penghapusan aset itu, BPAD DKI akan melakukan pelelangan terbuka terhadap 417 unit bus tersebut melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) DKI Jakarta.
(Z-9)
Komisi B DPRD DKI Jakarta memastikan segera memanggil jajaran direksi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) terkait insiden kecelakaan dua armada bus di Koridor 13.
Kecelakaan yang melibatkan dua armada bus Transjakarta di jalur layang Koridor 13, ruas Swadarma arah Cipulir, pada Senin (23/2), mengakibatkan 23 penumpang mengalami luka ringan.
Bus TransJakarta mengalami kecelakaan tabrakan dengan sesama bus TransJakarta di jalur layang (koridor 13) kawasan Cipulir, Jakarta.
Waktu tempuh perjalanan Transjakarta dari Puri Beta 2 menuju Petukangan yang biasanya hanya 7 menit, saat ini meningkat drastis hingga mencapai 39 menit.
Kemacetan terjadi akibat banjir dan genangan di sejumlah titik setelah hujan deras mengguyur Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya sejak malam.
Puluhan Bus TransJakarta Tertahan Akibat Banjir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved