Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIDAKNYA 36 unit bus Transjakarta dikabarkan hilang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo akan mengecek kebenaran soal hilangnya 36 bus Transjakarta yang ditempatkan di Terminal Pulogebang tersebut.
"Nanti saya cek ya," katanya kepada awak media, Rabu (22/5).
Meski belum dipastikan, namun Syafrin menjelaskan bukan hanya barang milik daerah (BMD) Jakarta seperti 36 bus yang dikabarkan hilang. Akan tetapi, onderdil hingga kursi dari ratusan bus Transjakarta ada yang dicuri.
Baca juga : Rute Baru TransJakarta Didemo Sopir Angkot
Pencurian ini disebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Di satu sisi, Syafrin tak mengungkapkan lebih lanjut soal pelaporan kepada aparat kepolisian itu.
"Tapi di beberapa lokasi kami yang menjaga, seperti di Terminal Pulogadung, sempat ada kejadian bus-bus tersebut beberapa komponennya dimaling. Ini kami tindak lanjuti dengan laporan ke polisi, kemudian dibuatkan berita acaranya," urainya.
Syafrin menambahkan, proses penghapusan BMD berupa ratusan bus Transjakarta tersebut semula diurus oleh Dishub DKI. Kemudian, proses penghapusan BMD menjadi tanggung jawab Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta.
Baca juga : Trans-Jakarta Buka Layanan Pulo Gadung-Kantor Wali Kota Jakarta Utara
BPAD DKI Jakarta kini disebut masih meminta perizinan DPRD DKI Jakarta untuk menghapuskan 417 bus Transjakarta itu dari BMD Pemprov DKI Jakarta. Penghapusan ratusan bus dilakukan melalui lelang.
"Rekan-rekan BPAD DKI sudah mengajukan untuk mohon persetujuan dari DPRD SKI untuk penghapusannya. Otomatis tinggal menunggu surat persetujuan itu, yang kemudian proses selanjutnya, oleh BPAD DKI, ke proses lelang," urai Syafrin.
Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari mengungkapkan, sebanyak 36 bus Transjakarta yang merupakan barang milik daerah (BMD) hilang ketika diletakkan di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.
Baca juga : TransJakarta Beroperasi Dari Terminal Pulogebang Angkut Gelombang Arus Balik
Adapun 36 bus ini merupakan bagian dari 417 bus Transjakarta terbengkalai yang hendak dihapuskan sebagai BMD Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Eneng mengaku terheran-heran lantaran 36 bus Transjakarta itu bisa menghilang dari Terminal Pulogebang.
“Terminal ini [Terminal Pulogebang] merupakan salah satu terminal yang paling bagus, tapi sayangnya terminal ini tidak aman. Jadi, saya masih belum bisa membayangkan bagaimana 36 bus single Transjakarta itu bisa hilang dari terminal ini," katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (21/5).
Sebagai informasi, Dishub DKI hendak menghapuskan BMD itu karena 417 bus Transjakarta itu sudah berusia tua. Proses penghapusan 417 bus sejatinya telah berlangsung sejak 2018. Namun, proses penghapusan BMD ini tergolong nihil. Pemprov DKI lalu berdalih proses penghapusan berlarut karena persoalan administrasi.
Baca juga : Polda Metro Jaya Ciduk Enam Pencuri Onderdil Bus TransJakarta
Sebanyak 417 bus itu terdiri dari berbagai merek. Misalnya, Zhongtong, Yutong, Hino, Mercedes, Hyundai, Komodo, Ankai, serta Inobus.
Sementara itu, usai Komisi C mengizinkan penghapusan aset itu, BPAD DKI akan melakukan pelelangan terbuka terhadap 417 unit bus tersebut melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) DKI Jakarta.
(Z-9)
PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta resmi menambah opsi pembelian tiket melalui aplikasi GoPay.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana pengoperasian rute Transjakarta Blok M-Soetta memasuki tahap finalisasi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 20 unit bus untuk mendukung pengoperasian rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta.
PT Transportasi Jakarta menjalankan seluruh operasional bus TransJakarta pada hari Minggu (25/1), terdapat 225 rute TransJakarta yang beroperasi.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selaku pemegang saham mayoritas melakukan perubahan pada susunan Dewan Komisaris Transjakarta
Transjakarta memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang menunjukkan sebuah bus terendam banjir hingga air masuk ke area kabin penumpang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved