Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai keputusan Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi merubah metode penerimaan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak tepat.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini terlihat gagap menghadapi perubahan status kota Jakarta yang dalam waktu dekat tidak lagi menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia.
"Pemerintah harusnya lebih kreatif dan inovatif mendatangkan investasi atau melakukan efisiensi pengeluaran, tapi ini justru memotong anggaran pendidikan yang tidak ada urgensinya," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (6/4).
Baca juga : Tidak Hanya KJP, Pemprov DKI Juga Cairkan Bantuan Pendidikan Masuk Sekolah
Menurut Trubus, sangat tidak mungkin Jakarta sebagai kota maju di Indonesia tidak memiliki anggaran untuk pendidikan. Kekeliruan terkait KJMU ini terjadi akibat pemerintah saat ini tidak bisa memprioritaskan program.
"Prioritaskan saja sesuatu yang lebih penting dibandingkan misalnya ada baju dinas tuh, itu kan bentuk pemborosan apalagi lalu ada juga perjalanan dinas dipangkas saja," jelasnya.
Lebih lanjut, Trubus juga menyayangkan keputusan Pemprov untuk memotong ditengah jalan penerimaan KJMU tersebut.
Baca juga : Duit KJP Plus dan KJMU Tahap I 2023 Cair! Cek Rekening Sekarang
"Kebijakan yang raja tega karena memotong urat nadi orang terkait studinya. Kalau mau nunggu mereka selesai semua, jangan sampai Pemprov saling lempar tanggung jawab," pungkasnya.
Sebelumnya, akun media sosial Instagram Dinas Pendidikan DKI diramaikan warga yang mengeluh lantaran dicoret dari penerima KJP Plus dan KJMU. Salah satu warganet mengeluhkan nama anaknya dihapus dari penerima KJMU di tengah kondisi ekonomi yang tidak baik.
"Gimana nasib KJMU anak saya yang tiba-tiba dihentikan, padahal orang tua kerja pedagang, serabutan, buat hari-hari saja susah," tulis akun Instagram yenelok_02. (Far/Z-7)
Warga KTP non-DKI bisa ikut Mudik Gratis DKI Jakarta 2026! Simak syarat pendaftaran, jadwal kluster tujuan, dan lokasi keberangkatan di sini. Kuota bus bertambah!
Pemprov DKI Jakarta menetapkan jam pulang sekolah selama bulan Ramadan paling lambat pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang. Kebijakan ini mengikuti Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri
Pemprov DKI Jakarta menegaskan tidak akan menoleransi aksi sweeping restoran selama Ramadan.
Pemprov DKI melarang kegiatan sahur on the road (SOTR) selama Ramadan 2026. Larangan diberlakukan lantaran kegiatan tersebut rawan menimbulkan keributan.
Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya memastikan pasokan daging sapi dan ayam aman hingga Idulfitri 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan.
Pemprov DKI gelar Perayaan Imlek Jakarta 2026 sepanjang Februari–Maret di Bundaran HI, Monas, TMII hingga Kota Tua untuk dorong pariwisata.
Siswa harus dipersiapkan sukses pada abad ke-21 sebagai inovator dan pemecah masalah yang kreatif sejak usia dini.
Kegiatan ini tak hanya berfungsi sebagai platform apresiasi karya, tetapi juga sebagai langkah nyata mempertemukan akademisi, pelaku industri, serta masyarakat luas.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan kemajuan teknologi yang pesat harus disertai dengan pengawasan karena dapat beresiko merusak akhlak anak-anak.
Festival ini bertujuan untuk membangun ekosistem kreatif yang menarik minat mahasiswa dari berbagai jurusan serta industri terkait.
Event BEAST 2024 bertujuan menjadi wadah pertukaran informasi dan kolaborasi antar stakeholder dari berbagai industri seni digital dan kreatif
Teka-teki selalu menjadi hiburan yang menyenangkan sekaligus menantang. Dengan jawaban yang kadang mengejutkan, kadang pula mengundang tawa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved