Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria yang mengaku-ngaku sebagai perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) TNI-AD ditangkap dan ditahan di Polres Metropolitan Kota Depok.
Kepala Urusan Hubungan Masyarakat Polres Metropolitan Kota Depok Iptu Made Budi mengatakan Perwira Menengah TNI-AD palsu berpangkat Letkol itu berinisial RN 36.
"RN ditangkap oleh petugas Komando Distrik Militer (Kodim 0508) Kota Depok, " tutur Made, Sabtu (16/9).
Baca juga : Forkamsi Dukung Rencana Perpanjangan Masa Jabatan Panglima TNI
Made mengatakan dari tangan RN disita berupa seragam dan atribut TNI-AD berikut senjata api jenis pistol. Disita juga senjata tajam.
Baca juga : Program KBMKB Bertujuan Percepatan Pembangunan Daerah di Klaten
Made mengatakan, RN diserahkan ke Polres Metropolitan Kota Depok pada Jumat malam (15/9).
Anggota TNI AD gadungan berpangkat Letkol diciduk karena Kodim 0508 Kota Depok merasa curiga. Untuk membenarkan kecurigaan tersebut, perwira menengah gadungan itu diamankan dan diinterogasi.
Dari interogasi itu, RN yang kedapatan mengenakan seragam dan atribut lengkap berpangkat Letkol itu langsung diserahkan ke Polres Metropolitan Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas guna diperiksa lebih lanjut.
Saat ini, lanjut Made pria asal Muara Enim Sumatera Selatan itu sedang dimintai keterangannya di ruang penyidik.
"NR sedang diperiksa penyidik apa maksud dan tujuan. Apakah Anggota TNI-AD palsu ini sengaja mengenakan atribut TNI-AD untuk melakukan aksi kejahatan atau menakut-nakuti masyarakat sedang lagi pendalaman," ucapnya (KG)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved