Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perhubungan DKI Jakarta mengkaji usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk tarif TransJakarta rute Kalideres-Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp5 ribu.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, tarif itu baru diusulkan hari ini. Sementara itu, hingga saat ini rute tersebut masih dalam masa uji coba dan baru dikenakan tarif Rp1.
"Paralel dengan ini kami berkoordinasi dengan DTKJ terkait rekomendasi tarif layanan ini. Hari ini sudah terbit rekomendasi DTKJ. Yang diusulkan DTKJ itu 5 ribu rupiah. Tentu ini akan kami bahas di tingkat provinsi setelah kami terima usulan dari DTKJ," ungkap Syafrin ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/8).
Baca juga: Layani 14 Ribu Penumpang, TransJakarta Tambah Jam Operasional Rute Bandara
Ia menegaskan tarif yang diusulkan DTKJ itu sudah memperhitungkan subsidi Pemprov DKI Jakarta. Sebab, untuk tarif keekonomiannya, sambung Syafrin, setelah dihitung adalah Rp12 ribu.
"Ya artinya selisih itu diusulkan subsidi Pemprov DKI," ujarnya.
Baca juga: Pemprov DKI Evaluasi Rute Transjakarta Bandara Soekarno-Hatta bila Penumpang tidak Capai Target
Usulan tarif tersebut, kata Syafrin, sudah memperhitungkan operasional bus, prediksi jumlah penumpang, jarak tempuh, kemampuan untuk membayar atau 'ability to pay', kemauan untuk membayar atau willingness to pay', hingga pendapatan rata-rata penumpang.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan DKI Jakarta terus menyosialisasikan rute bandara ini. Pihaknya melakukan evaluasi per dua pekan sekali untuk mengetahui jalannya uji coba.
Uji coba ini menurut dia berjalan lancar dan mulai terlihat peningkatan penumpang pada pekan kedua pengoperasiannya. Untuk diketahui, rute Kalideres-Bandara Soetta diuji coba mulai 5 Juli lalu.
"Uji coba akan terus dilakukan sampai nanti formula tarif ditetapkan," tandasnya. (Z-10)
RENCANA penaikan tarif layanan TransJakarta belum akan diumumkan dalam waktu dekat.
Pemprov DKI berencana menaikkan tarif Trans-Jakarta yang tidak pernah mengalami kenaikan sejak 20 tahun terakhir. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian besaran tarif yang disepakati.
Setelah hampir dua dekade “membeku” di angka Rp3.500, tarif Bus TransJakarta berpotensi naik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif TransJakarta.
KETUA Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menyoroti kebijakan subsidi layanan transportasi terutama terkait tarif Transjakarta yang efisien dan tepat sasaran
tarif Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang, namun masyarakat hanya membayar Rp3.500 berkat subsidi besar dari pemerintah daerah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tarif Transjakarta bakal naik. Ia mendengarkan usulan warganet yang mengharapkan tarif baru berkisar Rp5 ribu - Rp7 ribu.
Ia menekankan kesiapan armada menjadi kunci agar layanan berjalan efektif sejak awal operasional.
Targetnya, layanan ini harus sudah beroperasi penuh sebelum memasuki periode mudik Lebaran guna membantu mobilitas warga menuju bandara.
Trayek tersebut akan menjadi etalase utama bagi transportasi publik Jakarta di mata dunia,
Pemprov DKI tengah melakukan finalisasi terhadap kesiapan armada bus serta infrastruktur pendukung di sepanjang rute tersebut.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana pengoperasian rute Transjakarta Blok M-Soetta memasuki tahap finalisasi.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved