Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN orang guru honorer berstatus Pegawai Tenaga Kependidikan (PTK) Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di SMA dan SMK di Kota Depok, Jawa Barat mengaku sudah tiga bulan tidak menerima gaji. Akibatnya, mereka terpaksa utang di warung dan pinjam uang dari rentenir.
ABC, seorang guru PTK Non ASN di SMAN 2 Kota Depok, mengaku sudah tiga bulan gajinya belum dibayarkan. Bahkan, pemerintah merencanakan akan menunda hak mereka lagi selama beberapa bulan. Hal ini yang membuat dirinya bersama para PTK Non ASN makin getir.
"Ya, udah tiga bulan dari Januari sampai Maret belum dibayar. Infonya Ini mau ditunda lagi (pembayarannya). Saya bingung, katanya Indonesia kekurangan guru tapi hak-hak guru honorer diabaikan," ujar ABC, yang minta namanya dirahasiakan, saat ditemui di SMAN 2 Kota Depok, kemarin
ABC mengatakan di Kota Depok ada 15 SMAN dan empat SMKN dengan total guru PTK Non ASN 475 orang. Per sekolah guru PTK Non ASN 25 orang.
Pria yang sudah 6 tahun mengajar di SMAN 2 ini mengaku sangat sedih dengan kebijakan penundaan pembayaran gaji tersebut. Karena di tempat dia mengajar gaji per bulan itulah menjadi satu-satunya penghasilan yang dimiliki.
Beda dengan sekolah lain seperti SMA ataupun SMK yang memiliki iuran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).
Sementara di SMAN 2 umumnya sekolah pemerintah tidak ada memberlakukan pemungutan iuran apapun.
Akibat belum menerima bayaran selama tiga bulan, dia mengaku terpaksa mengutang ke warung dan pinjam dari rentenir dengan bunga 20 persen buat kebutuhan sehari-hari, dan uang sekolak anak.
Dirinya juga terpaksa menunggak pembayaran SPP anaknya yang bersekolah di swasta. Tak cuma itu, ponsel dia juga sudah tidak aktif lantaran kehabisan kuota.
ABC, berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar membayarkan gaji guru honorer dan kasus keterlambatan pembayaran gaji guru tidak terulang kembali.
Guru PTK Non ASN lainnya DEF mengaku mengalami kesulitan keuangan, setelah tidak dibayarnya gaji sejak Januari 2023. Dia juga terpaksa berutang di warung-warung maupun tetangga, untuk menambal kebutuhan sehari-hari.
Anaknya yang sekolah di swasta kini sudah belum bayar SPP. Ia khawatir anaknya tersebut dikeluarkan karena tak bayar SPP. "Utang di warung itu sudah ratusan ribu. Untuk membeli susu anak, lauk pauk dan beras," kata DEF, saat dihubungi di SMKN 1 Kota Depok.
Sebentar lagi momentum bulan puasa, katanya akan semakin banyak utang di warung lantaran tidak kunjung mendapatkan gaji. "Saya bingung kalau gaji tidak segera dicairkan, mau gadaikan perhiasan, perhiasan tak punya, cuma punya cincin itupun cincin pernikahan, " keluh guru PTK Non ASN berusia 40 tahun itu.
Baik ABC dan DEF meminta pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang merupakan wadah atau forum perkumpulan kepala sekolah SMA dan SMK di Kota Depok untuk mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
"Kami harapkan pimpinan MKKS menyampaikan keluhan ini supaya gaji guru honorer tingkat SMAN dan SMKN yang bersumber dari dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) segera dicairkan," tukas DEF.
Menyoal ini, Sekretaris MKKS SMAN Kota Depok Usep Kasman mengatakan ini menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mempercepat proses administrasi yang dibutuhkan. "Kasian para guru honorer kita. Mereka sudah bekerja maksimal tapi tiga bulan belum gajian. Apalagi, hari ini kebutuhan hidup semakin besar," ucap Usep.
Usep yang sekaligus Kepala SMAN 1 Kota Depok tersebut menuturkan, belum mendapat informasi mengapa honor para guru honorer yang bersumber dari BOSP itu, belum dibayarkan. Dia meminta Pemprov Jawa Barat mempercepat proses administrasi agar gaji guru honorer segera terbayar.
"Kami minta secepatnya bisa diselesaikan. Tahapannya segera proses adminsitrasinya dan upayakan segera pencairannya. Jangan mempersulit orang lain karena hidup kita akan dipersulit oleh Tuhan," pesan Asep
Hingga berita ini diturunkan pukul 13.00 WIB, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II (Kota Depok dan Kota Bogor) Asep Sudarsono, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyu Mijaya belum memberikan keterangan tentang kelambatan pembayaran gaji 575 guru PTK Non ASN Kota Depok. (N-3)
Baca Juga: DPR Desak Presiden Tuntaskan Carut Marut Seleksi PPPK Guru
WARGA Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, dibuat heboh oleh penemuan seorang bayi baru lahir dan masih hidup di sudut rumah warga, Kamis (19/3/2026) pagi.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
Selain menangkap tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan praktik uang palsu
Disnaker Kota Depok membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk memastikan hak pekerja terpenuhi selama Lebaran 2026.
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
Kepala Dinkes Depok Devi Maryori menekankan pencegahan campak melalui pemantauan, imunisasi, dan edukasi kesehatan masyarakat.
PUNCAK arus mudik lebaran 2026 di Jalan Raya Nagreg, Jawa Barat, diperkirakan akan terjadi hari ini (19/3).
KEBAKARAN hutan dan lahan atau karhutla mulai mengintai di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di Kecamatan Cireunghas, dilaporkan terjadi kebakaran hutan di lahan sekitar 2.000 meter persegi.
TIGA hari menjelang Hari Raya Idulfitri, harga kebutuhan pokok terutama daging sapi 19 Maret 2026 di Pasar Pamanukan, Subang, Jawa Barat, mengalami kenaikan yakni Rp180 ribu per kilogram.
Keberadaan cosplayer merupakan hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kota yang harus dijaga keberlangsungannya.
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menerima aduan terkait masalah tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026.
Bagi mereka, ini bukan sekadar agenda rutin, tapi cara menjaga ingatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved