Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA pencarian Tim SAR Gabungan di hari ketiga pascakejadian bencana alam di Kota Bogor, Jawa Barat, yang dimulai Jumat (14/10) pagi, akhirnya membuahkan hasil.
Hingga Jumat sore atau sekitar pukul 17.00 WIB, tiga dari lima korban bencana alam di Kota Bogor yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan. Namun, ketiganya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Dengan telah ditemukannya tiga orang, tinggal dua lagi yang saat ini masih dicari, yakni satu korban tanah longsor Gang Barjo dan satu korban terseret arus di Jalan Dadali yang diduga mahasiswi IPB.
Berdasarkan data dan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, dua orang yang ditemukan adalah korban longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, dan korban hanyut terseret arus banjir limpasan Sungai Arzimar, Tegallega.
Korban yang pertama ditemukan dalam operasi pencarian hari ini adalah Iwan, 24. Dia ditemukan pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Komandan tim (Dantim) Kantor SAR Jakarta, Aulia Solihanto, mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB dan berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.30 WIB. Pencarian oleh tim SAR gabungan dari Kantor SAR Jakarta, BPBD Kota Bogor, Damkar Kota Bogor, SAR Brimob, dan TNI-Polri dilakukan sudah lebih dari dua hari.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pemulung di Tol Jagorawi
"Dari pagi kita sudah mendapatkan titik fokus, karena kita kemarin menggunakan anjing pelacak dari SAR Dog Batavia menemukan titik yang dicurigai. Tadi pagi gali titik dicurigai, akhirnya kita temukan," katanya.
Proses evakuasi sempat mengalami kendala lantaran posisi korban berada di antara mesin jahit.
Selang 5 jam kemudian, upaya tim menyemprot, menggali, dan mengangkat material longsoran berhasil. Satu korban longsor Gang Barjo lagi adalah Dini, 54, yang ditemukan sekitar pukul 15.15 WIB. Dini ditemukan dalam kondisi terjepit kulkas.
Aulia menjelaskan kendala yang dialami tim pencari sama seperti pencarian sebelumnya, karena pencarian masih dilakukan secara manual.
"Sama. Kendalanya akses ke lokasi. Jadi pencarian manual. Sekarang kalau melanjutkan kendalanya hujan," katanya.
Korban lain yang berhasil ditemukan adalah Komar, 66, korban hanyut di Kampung Tegallega, RT 02/01, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.
Seperti diungkapkan Kepala BPBD Kota Bogor Theo Patricio Freitas, Komar ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di sekitar aliran Sungai Ciliwung, Kota Depok, tepatnya di bawah jembatan Juanda, Kota Depok, pada Jumat sore atau sekitar pukul 15.00 WIB. (OL-16)
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ registrasi HR-3601.
Proses pengangkatan jenazah korban perempuan ini tidaklah mudah. Tim SAR gabungan harus berjibaku dengan kondisi geografis yang sangat menantang.
TNI AU kerahkan helikopter Caracal dan pasukan Korpasgat untuk evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Pangkep. Basarnas bagi 9 unit SRU di medan ekstrem.
Di lokasi kejadian, Tim SAR yang telah bermalam di tenda-tenda darurat di sekitar reruntuhan pesawat terus memantau kondisi cuaca.
Basarnas menyiapkan dua skema evakuasi dalam operasi SAR lanjutan terhadap korban pesawat ATR 42-500
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved