Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KABID Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti lain terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang laki-laki melakukan tindakan asusila terhadap seorang anak dibawah umur.
"Doakan saja mudah-mudahan tidak lama lagi kasus ini, sekali lagi ini tidak dibenarkan apalagi kalau korbannya anak di bawah umur," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/10).
Ia juga mengatakan, masih mencari tahu kebenaran yang terjadj dan motif dari pelaku melakukan hal keji tersebut.
"Mudah-mudahan hasil penyelidikan yang dilakukan satreskrim polres Jakbar dalam beberapa hari kedepan berhasil," ujar Zulpan.
Sebelumnya beredar video memperlihatkan adegan asusila di media sosial. Parahnya dalam postingan yang diunggah di akun twitter @kautsarazhr1, tampak seorang pria seperti melakukan tindak asusila atau aksi kejahatan seksual kepada seorang anak laki-laki.
Dalam video itu disebut korban dicabuli di tengah empang atau kubangan air di daerah Kalideres, Jakarta Barat.
Dalam video yang beredar terlihat lokasi empang yang diduga menjadi tempat pencabulan. Perekam video lalu merekam tindakan pencabulan yang diduga dilakukan pelaku di dalam empang tersebut. (OL-6)
Aksi pencurian yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) ini mengakibatkan korban merugi hingga Rp300 juta.
Dodo dan Nasio Siagian, ayah dan anak, terjerat pasal berlapis penganiayaan terhadap tetangga di Kapuk, Jakarta Barat.
Pasar rumah tapak di Jakarta Barat masih menjanjikan, terutama di segmen harga menengah.
ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menyoroti kondisi tata kota di Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat, yang dinilai semakin semrawut.
PERISTIWA tragis terjadi di perlintasan rel Angke, Jakarta Barat (Jakbar). Seorang pria muda berusia 24 tahun dinyatakan tewas tertabrak kereta.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved