Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur kota Jakarta, beberapa hari lalu, berdampak beberapa wilayah tergenang air hingga setinggi 1 meter.
Hingga 7 Oktober 2022 pukul 09.00 WIB, beberapa wilayah di Jakarta masih tegenang air di beberapa titik, yakni di Jakarta Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 5 RT masih terdapat genangan air.
Baca juga: Anies Genggam Tangan Ibu Korban Tembok Roboh MTsN 19
Kelurahan yang masih tergenang banjir itu adalah Kelurahan Kembangan Utara, 1 RT dengan ketinggian air 40 Cm, Kebon Jeruk 3 RT dengan ketinggian air 40 Cm, dan Kelurahan Rawa Buaya 1 RT dengan ketinggian 50 Cm
"Adapun penyebab banjir yakni dari curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan," ujar Isnawa Aji dalam keterangan resmi, Jumat (7/10).
Isnawa juga mengatakan, untuk saat ini para pengungsi telah kembali ke kediaman masing-masing.
"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang terjadi," ujarnya.
Kendati demikian, beberapa wilayah yang sebelumnya tegenang air juga sudah mulai surut dan bisa dilintasi Kendaraan bermotor.
"Sebanyak 111 RT di Jakarta selatan sudah mulai surut, sedangkan wilayah Jakarta Timur 2 RT, Jakarta Barat 8 RT, dan Jakarta Pusat 4 RT," papar Isnawa.
Selain itu, 20 ruas jalan raya yang terendam banjir pada malam hari sudah mulai surut. Jalan tergenang yang telah surut sebanyak 20 ruas jalan yang terdiri dari :
"Potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat masih akan terjadi hingga 8 Oktober 2022," pungkasnya. (OL-1)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved