Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya meninjau lokasi penguburan lokasi bantuan sosial (bansos) beras dari Presiden Joko Widodo untuk masyarakat terdampak covid-19 di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/8).
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan berdasarkan keterangan pihak JNE, beras yang dikubur sekitar 3,4 ton.
"Yang sekarang ditanam di sini dari hasil sementara kami dapat dari teman-teman JNE 3,4 ton ya," ujar Auliansyah di lokasi.
Baca juga: DPRD Depok akan Usut Kasus Kuburan Beras Banpres di Sukma Jaya
Auliansyah mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah beras tersebut dilengkapi dengan dokumen dan memenuhi prosedur untuk ditimbun. Selain itu, ia belum bisa berspekulasi apakah ada bantuan lain yang dikubur. Ia mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Saya belum bisa bilang, yang pasti hari ini kita melihat di lokasi. Kemudian proses yang lainnya akan kita sampaikan," ujarnya.
Di lain sisi, Kuasa hukum JNE, Anthony Joni, mengaku pihaknya mengantongi dokumen dan bukti beras yang ditimbun. Ia mengatakan berdasarkan dokumen, beras tersebut milik JNE.
"Kenapa dikubur? Karena beras itu sudah rusak," katanya.
Ia mengatakan dalam perjalanannya beras tersebut basah setelah diguyur hujan. Sehingga, pihak JNE menyimpulkan tidak layak dikonsumsi dan disalurkan ke masyarakat.
"Tidak mungkin beras rusak kita salurkan kepada masyarakat. Tidak mungkin beras rusak kita kasih kepada penerima manfaat," katanya.
Anthony menyatakan kliennya telah mengganti beras yang rusak dan menyalurkannya kepada masyarakat. Ia memastikan penggantian beras tersebut terdokumentasi dengan baik.
Sebelumnya, diberitakan puluhan karung beras bantuan sosial untuk masyarakat terdampak covid-19 ditemukan terkubur di sebuah lapangan di kawasan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Diduga perusahaan pengiriman JNE yang melakukan itu, karena lokasinya yang berada persis di depan gudang perusahaan tersebut.
Tumpukan sembako itu pertama kali diketahui warga setempat yang juga sebagai ahli waris tanah tersebut yang mendapatkan informasi dari pegawai perusahaan pengiriman tersebut.
"Saya dapat informasi dari orang dalam JNE, ada pemendaman sembako, kemudian saya telusuri," kata warga Rudi Samin kepada wartawan. (OL-1)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan evaluasi hingga pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran sebagai langkah tegas menekan aksi kekerasan di Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Gaji guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat hanya Rp300 ribu per bulan, menjadikannya salah satu isu yang paling disorot publik.
Transaksi judi online bagi 12.402 KPM bansos dengan kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
Pemerintah kembali menyalurkan BLT Kesra 2025 senilai Rp900 bagi masyarakat berpenghasilan rendan (MBR) dan rentan.
JNE kembali menunjukkan dukungannya terhadap industri musik tanah air dengan menjadi Official Logistics Partner untuk Konser Dua Delapan Padi Reborn.
SEJUMLAH wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat baru-baru ini menghadapi bencana banjir dan tanah longsor.
JNE membuka layanan gratis ongkos kirim, untuk pengiriman bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
PELAKU usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Menyambut Harbokir 2025, JNE memberikan promo spesial bagi seluruh masyarakat Indonesia berupa bebas ongkos kirim khusus member JNE Loyalty Card (JLC).
Kota Bandung kembali menjadi tempat penyelenggaraan Hijabfest 2025 yang digelar pada 30 Oktober hingga 2 November 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved