Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi menggratiskan atau menanggung biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu yang tak lolos penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah negeri pada tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan bantuan berupa pembebasan keseluruhan biaya uang pembangunan atau uang pangkal dan uang SPP bulanan di sekolah swasta.
Baca juga: Aktivis: Wacana Pemisahan Kursi Angkot Belum Cukup, Harus ada Kebijakan Pendukung
“Kita sudah melakukan MOU dengan pihak swasta, gratis tidak dipungut biaya pembangunan atau uang pangkal dan uang SPP (bayaran bulanan) di 165 sekolah swasta,” kata Inayatullah, Rabu (13/7).
Ia menjelaskan masyarakat yang tidak diterima di sekolah negeri supaya segera mendaftar ke sekolah swasta.
“Pendidikan dapat dirasakan bagi semua kalangan, bisa pada sekolah negeri maupun swasta. Peningkatan mutu terus dilakukan dengan baik. Kami harapkan kepada masyarakat yang putra-putrinya tidak diterima di sekolah negeri bisa mendaftar ke sekolah swasta,” jelas Inayatullah
Ia mengungkapkan, bantuan pendidikan itu diharapkan dapat menunjang perekonomian para orangtua untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya di sekolah swasta.
“Bantuan ini bagi siswa yang bersekolah di swasta untuk meringankan beban biaya pendidikannya," ujarnya.
Dikatakannya, jumlah calon pendaftar untuk tingkat SMP Negeri memang tidak sebanding. Baik itu dari jumlah pendaftar dengan jumlah daya tampung pada setiap sekolah.
"Jumlahnya tidak sebanding dengan kapasitas daya tampung yang ada di SMP Negeri. Jumlah yang mendaftar sebanyak 20.430 orang. Sedangkan daya tampung sekolah yang memadai hanya terdapat sebanyak 13.824 orang, dan sebanyak 13.163 orang lainnya sudah masuk tahap diterima," terangnya. (OL-6)
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap Tri Wibowo, 54, di Perumahan Bumi Sani, Kecamatan Tambun Selatan.
POLRES Metro Bekasi membongkar kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang pria berinisial TW (54) di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bersama aparat berwenang saat ini tengah melakukan pendalaman guna memastikan faktor pemicu kejadian ledakan SPBE Indogas.
Pembunuhan ini dipicu oleh penolakan korban untuk terlibat dalam rencana pencurian barang milik majikan mereka.
Polda Metro Jaya ungkap motif pembunuhan AH yang jasadnya disimpan dalam freezer di Bekasi. Pelaku DS dan S nekat membunuh karena korban menolak diajak merampok majikan.
Polda Metro Jaya tangkap dua rekan kerja yang membunuh dan memutilasi AH di dalam freezer kios ayam geprek Bekasi. Motif pelaku karena korban menolak diajak merampok majikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved