Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRES pembangunan Kampung Gembira Gembrong di lokasi bekas kebakaran kawasan Pasar Gembrong RW 01 Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, saat ini sudah mencapai 40 persen. Ditarget, pekerjaan selesai September mendatang.
Hal ini diutarakan Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, Selasa (12/7).
Baca juga: Keluarga Meminta Kejelasan atas Kematian Brigadir Yosua
"Saya memonitor pembangunan untuk melihat progresnya. Kita rencanakan tiga bulan selesai atau pada September mendatang," kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (12/7).
Kepada pihak vendor, Anwar meminta agar pembangunan selesai tepat waktu dan bangunan kokoh. Selain itu tata letak bangunan juga harus rapi.
Anwar juga meminta pada ketua RW setempat dan masyarakat untuk membantu memonitor pembangunannya. Ia berjanji setiap pekan akan selalu memonitor perkembangan pembangunannya untuk melihat progres dan percepatannya.
Menurut Anwar, seluruh bangunan dibangun dua lantai. Kemudian septictank juga disiapkan lebih dari 100 unit agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat . Selain itu, ada pula sarana PAUD, saung interaktif, ada musala," lanjut Anwar.
Sementara, Ketua RW 01 Cipinang Besar Utara, Maju Saiman Hutabarat menilai, proses pembangunam rumah warga oleh vendor sangat cepat dan rapih.
"Sejak peletakan batu pertama 1 Juli lalu oleh Gubernur Anies Baswedan, sekarang sudah ada 40-an rumah yang berdiri. Ini karena pekerja 24 jam nonstop di lapangan," pungkasnya. (OL-6)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved