Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI telah mengantongi ciri-ciri pelaku begal terhadap seorang kurir di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Jumat (27/5) dini hari WIB.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan ciri-ciri pelaku diketahui setelah pihaknya menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih memburu pelaku.
"Dari tangkapan CCTV ciri-ciri pelaku sudah kita deteksi dan saat ini masih kita kembangkan karena memang jarak tangkapan cukup jauh, namun demikian terus kami berupaya untuk melakukan pengungkapan setiap kejahatan atau kriminialitas di Jakarta Pusat. Pasti akan kita buru," kata Komarudin melalui keterangannya, Minggu (29/5).
Komarudin mengatakan pihaknya juga terus menyelidiki rekaman CCTV untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam pembegalan tersebut. Ia mengatakan dari rekaman CCTV tampak dua kendaraan saat kejadian. Akan tetapi, pihaknya masih akan terus mendalami untuk memastikan apakah kendaraan lainnya juga terlibat.
"Dari tangkapan CCTV yang terlihat ada 2 kendaraan tapi apakah terlibat atau tidak, tentunya kita membutuhkan pendalaman lebih jauh lagi untuk bisa kita mengerucut pada target diduga pelaku," ujarnya.
Lebih lanjut, Komarudin mengatakan pihaknya saat ini juga memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti.
"Sampai saat ini 7 orang kita periksa," katanya.
Sebelumnya, seorang kurir bernama Chandra Hermawan (20) menjadi korban begal di Jalan Angkasa, depan Asrama Polisi, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (27/5) dini hari WIB. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut setelah mendapat luka sabetan di bagian pipi.
"Iya tadi saya sempat dibawa ke rumah sakit Yarsi, di sana saya dijahit dengan 11 jahitan. Saya tidak dirawat inap tapi rawat jalan," kata Chandra di Jakarta, Jumat (27/5).
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembegalan Truk Pengangkut Gas 3kg di Jakut
Chandra yang merupakan warga Gunung Sahari, Jakarta Pusat itu mengatakan dirinya menderita luka sabetan senjata tajam jenis celurit pada bagian pipi sebelah kiri. Kemudian, ia menderita luka pada bibir dan mata yang lebam akibat menabrak pohon.
"Saya disabet celurit itu saat hendak menyelamatkan motor, kalau mata saya lebam karena pas saya balik badan itu menabrak pohon," ucapnya.
Chandra berharap pihak kepolisian berhasil menangkap para kawanan begal tersebut. Ia mengatakan pelaku turut membawa kabur sepeda motor miliknya.
"Motor itu biasa saya gunakan dalam bekerja untuk anter barang, saya kerja di shopee. Kalau tidak ada motor saya bingung nanti untuk bekerja," tuturnya.(OL-5)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved