Rabu 23 Maret 2022, 16:18 WIB

PSI: Akses Air Bersih di Jakarta Masih Jauh Dari Target

Hilda Julaika | Megapolitan
PSI: Akses Air Bersih di Jakarta Masih Jauh Dari Target

MI/ANGGA
Teknisi melakukan pembersihan di Instalasi Produksi Air PT PAM Lyonnasise Jaya (Palyja) Pejompongan, Jakarta.

 

ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anthony Winza, meminta Pemprov DKI Jakarta untuk fokus pada peningkatan layanan air bersih untuk masyarakat. 

"Kami rasa Hari Air Sedunia ini dapat dirayakan dengan kerja-kerja nyata. Jadi tidak sebatas formalitas saja. Ini momentum perbaikan dan peningkatan pengelolaan air. Kami minta Pemprov DKI Jakarta untuk fokus pada dua hal, yaitu tingkatkan kuantitas distribusi air dan benahi kasus kebocoran air di Jakarta. Ini perlu. Ini kebutuhan dasar dan hak asasi manusia. Tolong segera penuhi hak warga untuk akses air bersih," kata Anthony dalam keterangannya, Rabu (23/7).

Baca juga: Besok Disnaker Kota Tangerang Gelar Virtual Job Fair Untuk Para Pencari Kerja

Anthony menyebut, tingkat kebocoran air (NRW) selama 2021 berada dikisaran 46,67%. Dia juga mengatakan bahwa baru sekitar 65% warga Jakarta yang dapat mengakses air bersih. Angka ini masih jauh dari target Pemprov DKI Jakarta yang menargetkan cakupan layanan 79,61% di akhir 2022.

"Kami perlu mengingatkan Pemprov DKI atas target yang mereka rancang sendiri, harus dapat dicapai. Masih banyak yang belum dikerjakan padahal jabatan Pak Gubernur sudah mau selesai. Sampai saat ini baru skitar 65% warga Jakarta yang menikmati distribusi air bersih, masih jauh dari target Pemprov DKI yaitu 79,61%,” ungkapnya.

Ia mempertanyakan sebagai Ibu Kota untuk akses air bersih pun kesulitan. Belum lagi kasus kebocoran air (NRW), sambungnya. Tingkat kebocoran air (NRW) di 2021 ada di sekitaran angka 46,67%. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yakni dikisaran 45,06%. 

“Tolonglah, yang seperti ini dibenahi. Air itu kan akan dipakai juga untuk kegiatan keagamaan, mandi, memasak. Apa tidak kasian dengan masyarakat yang kadang menerima air keruh, bahkan air sering mati?” jelas Anthony.

Selain itu, Anthony menghimbau Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong perubahan dengan memberikan dukungan penuh ke PDAM Jaya. Dia berharap isu air bersih tidak jalan di tempat. 

"Momentum air bersih ini juga harus dimaknai dengan kesadaran tinggi. Perlu adanya perubahan nyata untuk masyarakat khususnya di bidang pengelolaan air. PDAM Jaya perlu mengatasi masalah air dengan cepat dan tepat, butuh dukungan besar dari Pemprov DKI Jakarta. Jangan sampai momentum ini malah membuat kinerja Pemprov DKI Jakarta kelihatan jalan di tempat. Kami akan terus kawal karena air bersih adalah hak asasi warga Jakarta. Hak kita bersama," tutup Anthony. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA

Pemprov DKI Akan Evaluasi Kerja Sama Dengan ACT

👤Selamat Saragih 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:36 WIB
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi kerja sama dengan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap...
Antara

Enam Saksi Diperiksa Terkait Jebolnya Tandon Air LRT

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 04 Juli 2022, 20:19 WIB
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menampilkan jebolnya tandon LRT pada Selasa, 28 Juni...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Tersangka Pencabulan Santriwati di Depok Belum Ditahan

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 04 Juli 2022, 19:59 WIB
Penyidik baru saja menaikan status kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya