Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANTIAN 14 tahun kisah Cinta dan Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2 benar-benar menyedot perhatian publik. Penggemar film romansa itu telah lama menunggu kepastian kisah dua sejoli yang diperankan Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo itu. Meledaknya sekuel film AADC 2 itu nyatanya dimanfaatkan sebagian kalangan untuk mencari keuntungan. Tiket tayangan yang diputar di bioskop menjadi sasaran para calo. Unik memang karena calo yang biasanya ditemukan di stasiun kereta atau dalam pertunjukan konser kini ditemukan di sejumlah bioskop. Di Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, misalnya, praktik percaloan bahkan terjadi secara terbuka. Pengunjung dan calo tawar-menawar harga tiket AADC 2 di depan pintu masuk bioskop. "Ayo mbak mas, tiket AADC 2 Rp70 ribu. Di loket sudah habis," teriak salah satu calo saat menjajakan tiket-tiket yang sudah diborongnya ke calon penonton, kemarin malam.
Benar saja, tiket di loket memang sudah ludes terjual. Ketimbang gigit jari, sejumlah penonton akhirnya mendatangi para calo agar bisa menonton saat itu juga. "Daripada harus menunggu 2 jam lagi, ya terpaksa beli di calo," ujar salah satu pengunjung. Hanya, sambungnya, harga yang ditetapkan membuat calon pembeli harus berpikir dua kali sebelum memutuskan mengambil tiket itu. Normalnya, harga tiket di XXI TIM pada Senin hingga Kamis ialah Rp25 ribu, pada Jumat Rp30 ribu, sedangkan pada Sabtu, Minggu, dan hari libur Rp35 ribu. Para calo itu biasanya menjual tiket AADC 2 di jadwal tayang pukul 19.30 WIB. "Penonton paling banyak di pemutaran pukul 19.30. Kalau tidak kebagian di jam itu, ya harus menunggu pemutaran pukul 22.00," kata salah satu calo.
Tak tanggung-tanggung, ia mengaku biasa memborong 30 hingga 50 tiket dari 139 bangku yang tersedia di studio. Tiket itu dibelinya dari uang patungan bersama tiga temannya yang juga menjadi calo di situ. Ia mengaku sudah empat hari menjalankan praktik itu karena ingin memanfaatkan momen libur panjang dan meledaknya film AADC 2. "Saya sendiri suka banget sama pemeran Cinta (Dian Sastro) di AADC pertama," ujar calo itu sembari tersenyum malu-malu. Saat dikonfirmasi, Apriadi, sekuriti yang berjaga di XXI TIM mengaku belum mendengar laporan adanya praktik calo tiket. Ia mengimbau para penonton untuk segera melapor untuk ditindaklanjuti. "Untuk penonton yang memang melihat langsung, laporkan calo itu kepada kami," tegasnya.
Negara maju mulai melihat penurunan kasus, sementara negara berkembang masih menghadapi angka kematian yang tinggi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki usia 11 tahun pada 2027.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring.
ANTUSIASME masyarakat Kota Kupang terhadap vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) melampaui ekspektasi. Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (3/2), jumlah pendaftar mencapai 370 orang.
Untuk kasus baru kanker mulut rahim, lanjut Husny, sesuai dengan data pada 2020 terjadi sebanyak 87 kasus per hari.
Vaksinasi tepat waktu berperan penting melindungi anak dari penyakit berbahaya. Kenali manfaat imunisasi, risikonya jika ditunda, dan alasan orangtua perlu patuh jadwal.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Ketahui jenis-jenis vaksin wajib dan rekomendasi untuk anak traveler, termasuk vaksin Umroh-Haji, vaksin endemis serta prosedur membuat buku kuning. Berikut panduan lengkap dari IDAI.
Selain vaksin primer, yang wajib diberikan, orangtua juga bisa mempertimbangkan memberikan vaksinasi tambahan, misalnya vaksin influenza.
Studi terbaru mengungkapkan vaksinasi anak mengalami stagnasi dan kemunduran dalam dua dekade terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved