Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

4 Jenis Vaksin Wajib untuk Anak Traveler

Muhammad Ghifari A
25/11/2025 21:04
4 Jenis Vaksin Wajib untuk Anak Traveler
Jenis vaksin wajib dan rekomendasi untuk anak traveler(Dok. Freepik)

PERJALANAN internasional bersama anak membutuhkan persiapan kesehatan yang matang. Selain imunisasi dasar, beberapa negara mewajibkan vaksin tambahan, terutama untuk daerah dengan endemisitas penyakit tertentu.

Berikut penjelasan lengkap dari Martira Maddeppungeng, Anggota Satgas Imunisasi IDAI, mengenai vaksin wajib anak traveler serta prosedur pengurusannya.

Vaksin Wajib untuk Anak yang Akan Umroh dan Haji

Beberapa vaksin menjadi syarat utama untuk memperoleh visa dan perlindungan kesehatan selama berada di Arab Saudi.

a. Vaksin Meningokokus (Wajib)

Menjadi persyaratan resmi dari otoritas Arab Saudi.

Mencegah infeksi otak dan selaput otak (meningitis) yang mudah menular di area kerumunan besar.

Dapat diberikan mulai usia 9 bulan, tergantung jenis vaksin.

b. Vaksin Polio (Wajib)

Selain imunisasi rutin, anak membutuhkan dosis tambahan (IPV).

Indonesia masih berisiko mengalami kasus polio sehingga dosis booster menjadi syarat perjalanan.

c. Vaksin yang Dianjurkan untuk Umroh dan Haji

Influenza: Risiko penularan tinggi di kerumunan jemaah.

Pneumonia/PCV: Melindungi dari infeksi saluran pernapasan berat.

Vaksin untuk Daerah Tujuan Khusus dan Endemis

Beberapa negara atau wilayah memiliki risiko penyakit tertentu. Anak traveler sangat dianjurkan melengkapi vaksin berikut:

a. Japanese Encephalitis (JE)

Penting untuk perjalanan ke Asia Tenggara dan Asia Selatan yang endemis JE.

dapat diberikan mulai usia 9 bulan.

b. Rabies

Dianjurkan jika bepergian ke daerah dengan banyak hewan liar, termasuk wilayah domestik seperti Bali.

Terutama jika ada potensi kontak dengan anjing atau kucing liar.

c. Hepatitis A

Direkomendasikan untuk negara/wilayah dengan sanitasi kurang baik.

Diberikan mulai usia 12 bulan.

d. Kolera Oral

Melindungi dari travellers’ diarrhea akibat bakteri kolera.

Namun, ketersediaan vaksin kolera oral di Indonesia masih terbatas karena kasus domestik jarang ditemukan.

Prosedur Mendapatkan Vaksin Tambahan untuk Anak Traveler

a. Lengkapi Imunisasi Dasar di Puskesmas/Faskes Primer

Ini menjadi pondasi sebelum anak menerima vaksinasi tambahan.

b. Akses Fasilitas Kesehatan yang Menyediakan Vaksin Khusus

Untuk vaksin seperti Meningokokus, JE, hingga Hepatitis A, orang tua perlu mengunjungi:

  • RSUD
  • Klinik dokter anak yang menyediakan vaksin travel

c. Pembuatan Kartu Vaksinasi Internasional (ICV/Buku Kuning)

Berfungsi sebagai bukti vaksinasi resmi untuk perjalanan internasional.

Dicetak oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau faskes tertentu yang ditunjuk.

Vaksin wajib seperti meningokokus akan dicatat dalam buku ini.

Pengecualian untuk Anak dengan Imunodefisiensi

Anak dengan kekebalan tubuh lemah perlu perhatian khusus:

  • Vaksin yang Tidak Boleh Diberikan (Live-Attenuated)
  • BCG
  • MMR
  • Varicella

Vaksin hidup berpotensi menimbulkan penyakit pada anak dengan imunodefisiensi.

  • Vaksin yang Masih Diperbolehkan (Inactivated)
  • Mengandung virus atau bakteri yang sudah dimatikan
  • Umumnya aman dan tetap dianjurkan untuk perlindungan tambahan

Kesimpulan

Martira Maddeppungeng menegaskan bahwa konsultasi intensif dengan dokter anak adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan sebelum melakukan perjalanan internasional. Dengan pemeriksaan yang tepat, anak dapat memperoleh vaksinasi yang aman, lengkap, dan sesuai kebutuhan destinasi perjalanan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya