Selasa 26 Oktober 2021, 09:45 WIB

PSI Jakarta Jalani Proses Hukum Kasus Nasi Kotak di Koja

Basuki Eka Purnama | Megapolitan
PSI Jakarta Jalani Proses Hukum Kasus Nasi Kotak di Koja

ANTARA/Abdu Faisal
Pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta Norman Lianto saat ditemui di RS Koja, Jakarta Utara, Senin (25/10) malam.

 

PENGURUS Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta Norman Lianto mengatakan partainya mengikuti proses hukum pada kasus nasi kotak di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara di Kepolisian Sektor Koja.

"Pada saat ini, divisi hukum kami sudah berada di Polsek Koja malah, sedang melakukan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP)," kata Norman saat mendampingi Pelaksana Tugas Ketua Umum PSI Giring Ganesha menjenguk warga Kampung Beting yang dirawat di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, Senin (25/10) malam.

Norman mengatakan belum mengetahui kandungan apa di dalam nasi kotak yang menyebabkan sejumlah warga mengalami mual dan muntah.

"Belum, kami tunggu hasil lab saja," kata Norman.

Baca juga: Giring Minta Kader PSI Dampingi Korban Keracunan Nasi Kotak

Sebelumnya, Kepala Polsek Koja Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Rasyid mengatakan anggotanya langsung menyelidiki sampel nasi kotak yang dibagikan kader PSI kepada sejumlah warga Koja, Jakarta Utara yang diduga menyebabkan keracunan.

Rasyid mengatakan sampel nasi kotak berisi sayur buncis, telur, dan tempe orek tersebut dikirimkan ke Laboratorium Polri di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat sebagai bagian dari penyelidikan awal.

"Jadi, kami belum melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Nanti dari hasil laboratorium kan ketahuan misalnya nasinya ada racunnya kah, jenis apa, racun apa. Itu kan nanti ketika pemeriksaan kita nggak ngada-ngada lagi," kata Rasyid kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin (25/10).

Ia mengatakan hasil pemeriksaan uji sampel nasi kotak dari laboratorium paling cepat keluar malam ini. 

Oleh karena itu, sembari menunggu hasil uji lab keluar, anggota Polsek Koja sedang melakukan pendataan terhadap para saksi yang nantinya menjalani pemeriksaan.

Dalam peristiwa itu, terdapat 35 warga Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara mengalami mual dan muntah, diduga setelah mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan PSI Jakarta Utara.

Pelaksana Tugas Ketua Umum PSI Giring Ganesha, saat ditemui di RS Koja, Senin (25/10) malam, mengatakan 23 orang sempat dirawat di Rumah Sakit Koja, namun 18 orang sudah dibolehkan pulang, sehingga tersisa lima orang lagi yang saat ini masih dirawat.

"Masih ada lima lagi yang dirawat. Kita doakan agar semua baik-baik saja," kata Giring.

Ia menambahkan kader PSI DKI Jakarta, selama 24 jam, akan terus mendampingi sejumlah korban diduga keracunan nasi kotak yang dibagikan kepada warga Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara.

"Kami di sini untuk benar-benar (menunjukkan) ada rasa simpati dan tanggung jawab," kata Giring.

PSI akan menanggung seluruh biaya perawatan hingga sembuh. (Ant/OL-1)

Baca Juga

dok.ant

10 Kepala Sekolah SMA Negeri di Kota Depok Diganti

👤Kisar Rajaguguk 🕔Kamis 09 Desember 2021, 09:05 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil merotasi 10 kepala sekolah SMAN Kota...
Antara.Muhamamd Iqbal

Walikota Lepas Kafilah Tangsel ke MTQ XVIII Provinsi Banten 

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:12 WIB
Benyamin mengingatkan kepada Kafilah MTQ Kota Tangsel untuk menjaga kekompakan, kesehatan dan kebersamaan. “Itu rumus kita...
Ilustrasi

Lagi, Pesinetron Jeff Smith Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba 

👤Yakub Prytatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:26 WIB
Pada penangkapan pertamanya, jeff diciduk jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat terkait kasus narkoba jenis ganja pada April...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya