Kamis 07 Oktober 2021, 10:54 WIB

Gerebek Lumpur Dikritisi DPRD, Ini Pembelaan Wagub DKI

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Gerebek Lumpur Dikritisi DPRD, Ini Pembelaan Wagub DKI

MI/Andri Widiyanto
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melakukan pengerukan lumpur di Sungai Krukut, Kelurahan Karet Tengsin

 

PROGRAM gerebek lumpur yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dikritisi oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta. Program itu disebut kurang efektif mengurangi banjir dan hanya terkesan mencari sensasi. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berpendapat sebaliknya. Pria yang akrab disapa Ariza itu mengatakan gerebek lumpur atau program pengerukan lumpur secara besar-besaran dan rutin serta masif dilakukan sepanjang tahun tersebut terbukti efektif mengurangi dampak banjir Jakarta.

"Gerebek Lumpur menjadi program yang kita selenggarakan. Alhamdulillah hasilnya cukup baik. Intensitas hujan yang tinggi tahun lalu dapat kita kendalikan dengan baik sehingga banjir tidak sebesar dengan tahun-tahun sebelumnya yang terjadi," kata Ariza di Balai Kota, Rabu (6/10). 

Ia pun optimistis gerebek lumpur yang sangat masif dilakukan ini dapat mengurangi genangan di musim hujan berikutnya. Terlebih curah hujan selalu meningkat dari tahun ke tahun. 

"Semoga ke depan di akhir tahun dan awal tahun kita dapat kendalikan banjir. Namun demikian berapapun baiknya perencanaan fasilitas program yang kita buat semuanya bergantung dengan kita warga Jakarta," ujarnya.

Seluruh warga Jakarta diimbau tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan melakukan kerja bakti membersihkan saluran misalnya dapat menjadi tindakan sederhana yang mampu mengurangi banjir.

"Untuk itu kami minta warga Jakarta warga Jakarta agar tidak membuang sampah sembarangan. Hidup disiplin. mari kita bersihkan lingkungan kita masing-masing. Selokan perumahan kita jaga dan kita bantu program kegiatan pemerintah agar kita dapat mengendalikan banjir sehingga intensitas hujan yang tinggi tidak menyebabkan banjir seperti tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.

Baca juga: Anies Baswedan Gelar Gerebek Lumpur Perbesar Daya Tampung Kali

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengkritisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menggaungkan program gerebek lumpur bahkan hingga membuat seremoni. Padahal sejak dulu gerebek lumpur alias pengerukan sedimentasi lumpur di sungai, kali, waduk, situ, embung, hingga saluran adalah program rutin yang dilakukan sepanjang tahun.

Sehingga, Ida menilai program itu tak pantas masuk program prioritas dan diberikan seremonial layaknya program dengan inovasi fantastis.

"Iya, kalau bicara gerebek lumpur saya katakan cuma mencari sensasi saja ini, pemda. Kemarin dalam rapat saya sampaikan, kita punya PJLP di SDA. Dari Januari - Desember, ya dimulai saja untuk pengambilan lumpur itu mulai Januari. Kan itu bisa dilakukan, karena itu kan pekerjaan rutin yang bisa dilakukan," ungkap Ida saat dihubungi, Rabu (6/10).

"Karena kemarin ada keluhan dari anggota Komisi D, bahwa gerebek lumpur ini seremonial saja. Setelah pejabatnya pergi, anak buahnya bubar semua tidak ada yang melanjutkan pekerjaan itu. Ini yang menurut saya tidak efektif," tutur Ida.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai program yang semestinya dikejar Pemprov DKI untuk setidaknya mengurangi banjir di Jakarta adalah normalisasi kali dan waduk.(OL-5)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

HBKB Dimulai Besok, Wagub DKI Minta Masyarakat Jaga Ketertiban

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 08:48 WIB
"Dimulai hari Minggu besok ya tanggal 22 Mei jam 6 sampai jam 10 pagi. Segala sesuatu akan disiapkan sebaik mungkin. Namun tetap...
Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Ini Ciri Hewan yang Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 23:53 WIB
"Ciri-cirinya yang jelas jika diperiksa mulutnya itu seperti banyak sariawan atau pecah-pecah, lidahnya juga banyak...
Ilustrasi

Polisi Buru Penyebar Hoaks Perampokan Bersenpi di Jakarta Barat

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 20 Mei 2022, 22:17 WIB
Syafri mengatakan pihaknya akan mengusut penyebar pesan tersebut karena telah meresahkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya