Senin 04 Oktober 2021, 19:22 WIB

Pemprov DKI Siapkan Sanksi Pelaku Buang Limbah Parasetamol ke Teluk Jakarta

Selamat Saragih | Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi Pelaku Buang Limbah Parasetamol ke Teluk Jakarta

Antara
Muara Baru, Jakarta

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan aparat penegak hukum akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang dengan sengaja membuang limbah ke kawasan Teluk Jakarta. Pasalnya, hal itu menimbulkan pencemaran yang berbahaya bagi keselamatan nyawa manusia.

"Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan melanggar hukum. Penerapan sanksi ada peraturannya. Tentunya ada sanksinya ya, sekali lagi kita tunggu dulu hasil penelitiannya,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria merespons informasi kasus pencemaran air laut Teluk Jakarta mengandung unsur parasetamol.

Riza menambahkan, pihaknya akan mengecek unsur kesengajaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mengakibatkan air laut terkontaminasi dengan parasetamol.

Dia menduga limbah tersebut bukan dari orang perorangan, tetapi berasal dari institusi atau perusahaan. Jika terdapat unsur kesengajaan, siapa pun akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Nanti kita akan tegakkan, juga nanti akan diketahui ada unsur kesengajaan dari siapapun tentu harus diberi sanksi,” ungkap Riza.

Namun dia tidak menjelaskan secara detail dasar hukum pemberian sanksi dan jenis-jenis sanksi yang diberikan kepada pihak yang sengaja membuang limbah mengandung parasetamol ke air laut Teluk Jakarta. Riza hanya berpesan agar kontaminasi air laut ini menjadi perhatian dan pelajaran bagi semua untuk menjaga lingkungan hidup dengan tidak membuang limbah sembarangan.

“Kita belum tahu apakah kelalaian, ada membuang dengan sengaja atau tidak sengaja ini harus menjadi perhatian kita agar warga atau pihak institusi mana pun jangan membuang sampah apalagi limbah di tempat umum, di sungai, danau, waduk apalagi di laut, undang-undang melarang. Jadi mari kita jaga lingkungan hidup kita agar ekosistemnya baik terpelihara, karena ini menyangkut kehidupan, tidak hanya ekosistem laut tetapi juga kehidupan kita bersama,” ungkap Riza.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengambil sampel air laut di Ancol dan Muara Angke menindaklanjuti hasil riset yang menyatakan terdapat kandungan Parasetamol berkonsentrasi cukup tinggi di Teluk Jakarta.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, mengatakan, pengambilan sampel ini untuk memastikan pencemaran tersebut masih berlangsung sampai saat ini. Pasalnya pengambilan sampel pada riset tersebut dilakukan pada 2017-2018.

Sampel air laut di Ancol dan Muara Angke dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk diuji laboratorium selama 14 hari.

“Pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui apakah pencemaran masih berlangsung, mengindentifikasi sumber pencemarannya, sehingga akan ada langkah yang diambil untuk menghentikan pencemaran tersebut,” ujar Yogi dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (4/10). (OL-8)

 

Baca Juga

Antara/Fauzan.

Banjir Rob kembali Landa Kosambi dan Teluknaga Tangerang

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 16:26 WIB
Meski wilayah permukimannya terpendam banjir rob, warga setempat masih bertahan dengan kondisi...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Kecelakaan Beruntun, Transjakarta Belum Putus Kontrak dengan Operator Bus

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:50 WIB
Direktur Utama Transjakarta Mochamad Yana Aditya menyatakan pihaknya belum memutus kontrak operator bus...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Kecelakaan Berulang, Transjakarta Sebut Sudah Beri Gaji Sopir Sesuai Kontrak

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:49 WIB
Direktur Utama Transjakarta Mochammad Yana Aditya menyatakan pihaknya telah memberikan gaji atau upah bulanan terhadap sopir sesuai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya