Selasa 28 September 2021, 17:27 WIB

Masih Banyak Warga BAB Sembarangan, Pemkot Jakpus: Perlu Penanganan Komprehensif

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Masih Banyak Warga BAB Sembarangan, Pemkot Jakpus: Perlu Penanganan Komprehensif

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Warga mencuci pakaian di toilet umum yang dibangun di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Rabu (21/11/2018)

 

PEMERINTAH Kota Jakarta Pusat menyebutkan masih banyak warga yang tidak memiliki sanitasi yang baik serta BAB sembarangan (BABS). Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, mengatakan, setidaknya terdapat ribuan kepala keluarga yang tidak memiliki tanki septik dan mengalirkan pembuangan limbahnya ke kali atau saluran air.

Ribuan KK tersebut tersebar di delapan kelurahan yakni Tanah Tinggi, Johar Baru, Kampung Rawa, Kwitang, Cikini, Kramat, Karang Anyar, dan Duri Pulo. 

Baca juga: Formula-e Tidak Berpihak pada Rakyat Kecil, PSI: Starling Bisa Jualan?

"Memang meskipun Jakarta Pusat ini pusat kota tetapi masih ada warga yang BABS. Mereka tersebar di kelurahan yang saya sebutkan itu," kata Irwandi saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (28/9).

Irwandi mengatakan salah satu upaya untuk memberikan warga sanitasi yang layak adalah bekerja sama dengan PD PAL Jaya lewat pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. Namun, IPAL komunal membutuhkan lahan. Sementara itu, rata-rata warga yang belum memiliki sanitasi tersebut tinggal di permukiman padat penduduk yang kumuh.

"Ini yang sulit. Tidak semua bisa dibangun IPAL. Karena kita butuh lahan. Sementara di sana itu rata-rata sudah padat sekali. Rumah-rumah itu berhimpitan, nempel sekali. Kalaupun kita mau bebaskan lahan, nggak bisa karena banyak yang nggak ada sertifikatnya," jelas Irwandi.

Tantangan teknis dan non teknis inilah yang membuat Pemprov DKI kesulitan membantu warga menyediakan sanitasi. Untuk itu, ia menilai harus ada penanganan komprehensif jika ingin menyelesaikan masalah ini.

"Caranya dengan melakukan penataan kampung kumuh secara komprehensif seperti memindahkan warga yang rumahnya tidak bersertifikat atau tinggalnya ilegal di situ ke rusun. Lalu yang memang punya sertifikat kita tata dengan baik. Kalau belum ada sanitasi ya kita bangun IPAL," pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2021, sekitar 7% warga di Jakarta diidentifikasi masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Untuk mengatasi hal ini, Dinas Sumber Daya Alam DKI Jakarta menggandeng BUMD PD PAL Jaya melakukan revitalisasi tanki septik. (OL-6)

Baca Juga

MI/VICKY GUSTIAWAN

Langgar Prokes, Tiga Kafe dan Restoran di Cipayung Ditutup 3x24 Jam

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 18 Oktober 2021, 11:10 WIB
Kepala Satpol PP Kecamatan Cipayung, Suprayogi, mengatakan, dalam operasi tersebut petugas mendapati tiga tempat makan yang melanggar...
MI/Barry F

Transjakarta Rute Stasiun Manggarai - UI Depok Beroperasi Normal Lagi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 18 Oktober 2021, 07:55 WIB
SEBELKUMNYA rute ini diperpendek menjadi Stasiun Manggarai - Stasiun Pasar...
Antara

BMKG: Waspadai Hujan dan Petir di Jaktim, Jakbar dan Jaksel

👤Muhamad Fauzi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 07:15 WIB
BMKG meminta agar masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya