Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Suryani, menilai klaim presiden mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang 99,99% berhasil tidak perlu dipermasalahkan dan harus diapresiasi.
"Saya kira untuk keberhasilan MBG saat ini perlu diapresiasi, soal klaim Pak Presiden sebaiknya tidak perlu dipermasalahkan, yang kami harus lakukan saat ini adalah memberikan dukungan dan pengawalan agar target pemerintah dapat dicapai untuk anak-anak Indonesia," kata Irma kepada Media Indonesia, Rabu (7/1).
Irma juga mengungkapkan hingga saat ini laporan masalah keracunan karena MBG sudah menurun drastis. Namun masalah lainnya yakni menu yang disajikan masih kurang optimal untuk memenuhi gizi anak.
"Alhamdulilah untuk keracunan makanan memang sudah 80% dapat diminimalkan, tetapi untuk kecukupan gizi masih belum sesuai target, karena masih banyak menu yang tidak sehat," ungkap Irma.
Menurutnya masih ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, (SPPG) yang tidak sesuai standar sanitasi, menu yang mengandung Gula, Garam, dan Lemak (GGL), susu impor, bakso yang berbahan pengawet dan roti yang juga berbahan pengawet.
"Ini yang masih menjadi PR kami di Komisi IX DPR RI, dan ini kami temukan di dapil-dapil kami masing-masing," ujar dia.
Oleh karena itu, di awal masa sidang nanti Komisi IX DPR RI akan dijadwalkan melakukan rapat dengar pendapat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) yang membahas standar gizi, kualitas menu dan SPPG yang memiliki sanitasi tidak baik.
"Karena jika dibiarkan akan jadi bom waktu jika SPPG pengap, sempit, dan sanitasinya buruk," pungkasnya. (H-1)
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat dalam Program Holistik Adopt Village
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, meninjau fasilitas Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat yang telah beroperasi selama empat tahun
Kemendagri menggelar rakor bersama seluruh kepala daerah untuk menindaklanjuti langkah penanganan dan pencegahan kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan MBG
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengatakan layanan air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) yang tertinggal membuat miliaran orang berisiko lebih tinggi terkena penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved