Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 2,5 juta warga Jakarta belum mendapat vaksin covid-19 berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ada beberapa dugaan penyebab masih banyaknya warga yang belum divaksin di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menduga salah satu penyebabnya adalah warga ada yang enggan untuk divaksin.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, memang dari total 10 juta lebih warga yang telah mendapatkan vaksin dosis 1 sebagian besar adalah warga non DKI.
"Memang dari jumlah tersebut selama ini banyak sekali tidak kurang dari 30% bahkan sampai 40% itu diisi warga ber-KTP non DKI. Tetapi kami tidak membedakan layanan. Semua kami layani baik apakah DKI atau non DKI, apapun latar belakangnya, profesinya, semua kami layani," kata pria yang akrab disapa Ariza itu di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/9).
Ia pun menegaskan belum akan memberikan sanksi sesuai Peraturan Daerah No 2 tahun 2020 bagi warga yang menolak untuk divaksin. Sanksi bagi warga yang menolak divaksin di antaranya adalah denda sebesar Rp5 juta.
"Kita belum sejauh itu sekalipun di perdanya dimungkinkan pemberian sanksi tapi sejauh ini kita mau ada kesadaran warga untuk mengikuti pelaksanaan vaksinasi," ujarnya.
Mantan anggota DPR RI itu menerangkan, sebisa mungkin warga divaksin karena kesadaran sendiri dan bukan karena adanya sanksi. Dengan tumbuhnya kesadaran warga mau divaksin tersebut, menurut dia, warga juga telah sadar bahwa penanggulangan covid-19 membutuhkan upaya bersama.
"Karena kita ingin semua ini ada kesadaran penuh bukan karena sanksi, aturan, maupun karena aparat yang awasi. Tetapi semua ini ikuti vaksin karena kebutuhan bersama untuk pastikan kesehatan dan keselamatan bersama," jelasnya. (OL-4)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved