Kamis 26 Agustus 2021, 11:59 WIB

5 Dari 6 Pasar Tradisional di Depok tidak Punya Ruang Laktasi

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
5 Dari 6 Pasar Tradisional di Depok tidak Punya Ruang Laktasi

ANTARA/Mohammad Ayudha
Ilustrasi--Ruang laktasi di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah.

 

LIMA dari 6 pasar tradisional di Kota Depok belum dilengkapi pojok laktasi atau ruangan khusus bagi ibu yang ingin menyusui bayinya.

Padahal, ruang tersebut penting untuk digunakan ibu yang sedang memiliki anak usia menyusui. Baik untuk pedagang, pembeli, ataupun pengunjung lainnya.

Lima pasar tersebut adalah Pasar Tugu, Pasar Agung, Pasar Sukatani, Pasar Musi, dan Pasar Kemirimuka.

Baca juga: Pemkot Jakut Pastikan Warga Kampung Bayam Sudah Dapat Kompensasi Pembangunan JIS

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cisalak Budi Haryanto mengungkapkan hal tersebut usai mendampingi delegasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Provinsi Jawa Barat untuk meninjau ruang menyusui bayi di Pasar Cisalak.

Ia mengatakan dari enam pasar tradisional yang ada di Kota Depok, cuma Pasar Cisalak yang dilengkapi pojok laksasi atau ruang khusus yang digunakan oleh ibu untuk menyusui bayi.

"Di Kota Depok cuma Pasar Cisalak. Selaku pengelola, kami memiliki kewajiban menyediakan pojok air susu ibu (ASI) karena sehari-hari kami melihat banyak pedagang atau pengunjung yang kesulitan mencari tempat yang nyaman untuk menyusui anak mereka, " katanya saat dihubungi Kamis (26/8).

Ruang seluas 3x4 meter yang terletak di dalam pasar itu dilengkapi beberapa fasilitas penunjang di antaranya kursi, meja ganti popok untuk bayi, dan wastafel.

Ruang itu kian nyaman karena dilengkapi pula dengan pendingin udara dan petunjuk cara menyusui bayi yang benar.

Menurut Budi, pojok laksasi itu mampu menampung 10 orang ibu menyusui atau bahkan lebih.

Dilanjutkan, Pasar Cisalak, yang ada di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok akan diusulkan memiliki sertifikat standar nasional indonesia (SNI).

" Disdagin Provinsi Jawa Barat mengusulkannya ke Badan Sertivikasi Nasional Kementerian Perdagangan RI, " ucapnya.

Di Provinsi Jawa Barat, sambung Budi, ada 700 pasar tradisional. 

"Namun yang diusulkan untuk SNI cuma Pasar Cisalak, " tutur Budi.

Budi menerangkan, Pasar Cisalak diusulkan ber-SNI karena fasilitas gedung sudah memenuhi syarat, penempatan pedagang sudah sesuai dengan zonasi.

"Lainnya, memiliki ruang kesehatan dan pojok laksasi sudah tersedia, gang way pedagang sudah memenuhi syarat minimal 1,5 meter, dan sudah ada pengelolaan air limbah (IPAL), " jelasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Imbas Ganjil-Genap di Margonda, Jalan di Depok Macet Parah

👤Kisar Rajaguguk 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 18:25 WIB
Kendaraan yang melintas yang dibolehkan plat genap. Sementara kendaraan plat ganjil diputar balik ke jalur...
Antara/Fauzan.

Banjir Rob kembali Landa Kosambi dan Teluknaga Tangerang

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 16:26 WIB
Meski wilayah permukimannya terpendam banjir rob, warga setempat masih bertahan dengan kondisi...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Kecelakaan Beruntun, Transjakarta Belum Putus Kontrak dengan Operator Bus

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:50 WIB
Direktur Utama Transjakarta Mochamad Yana Aditya menyatakan pihaknya belum memutus kontrak operator bus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya