Sabtu 17 Juli 2021, 12:02 WIB

Langgar PPKM Darurat, 36 Bus AKAP Ditilang Polisi

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Langgar PPKM Darurat, 36 Bus AKAP Ditilang Polisi

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra
Ilustrasi penumpang bus AKAP

 

SEBANYAK 36 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ditilang oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat karena melanggar aturan PPKM Darurat.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bus tersebut ditilang karena membawa penumpang yang tidak memiliki kelengkapan dokumen perjalanan saat PPKM Darurat, seperti kartu vaksinasi dan bukti negatif covid-19 yang ditunjukkan dengan hasil tes PCR dan tes antigen.

Adapun berdasarkan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 14 tahun 2021 disebutkan pelaku perjalanan transportasi darat menggunakan kendaraan umum wajib menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama, hasil PCR yang diambil maksimal 2×24 jam atau tes rapid antigen yang diambil maksimal 1×24 jam.

Sambodo mengatakan dengan tidak adanya kelengkapan dokumen tersebut, maka berpotensi akan menjadi penularan covid-19.

"Tentu ini berpotensi untuk menimbulkan penularan tidak hanya di dalam perjalanan sesama penumpang bis tersebut, tetapi juga berpotensi menularkan di daerah tujuan pemberangkatan," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (17/7).

Baca juga:  Penumpang Bus AKAP Melonjak Setelah Larangan Mudik

Selain itu, Sambodo mengatakan 36 bus tersebut juga melanggar trayek dengan tidak berhenti di terminal yang telah ditentukan, seperti Pulogebang, Kampung Rambutan, dan Kalideres guna menghindari pemeriksaan oleh petugas. Bus tersebut justru berhenti di terminal bayangan untuk mengangkut penumpang.

Sambodo mengatakan meski telah melanggar protokol kesehatan dan melanggar aturan trayek, 36 bus tersebut dijerat Pasal 308 UU Nomor 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman kurungan dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu. Sambodo mengatakan untuk perusahaan bus yang ditilang akan mendapatkan sanksi dari Ditjen Perhubungan Darat.

"Jadi kita menilang dengan pelanggaran lalu lintasnya walaupun dia tidak hanya melakukan pelanggaran lalu lintas, tapi juga melakukan pelanggaran prokes," ungkap Sambodo.

Lebih lanjut, Sambodo mengatakan saat menilang bus tersebut, pihaknya turut membawa sekitar 900 penumpang ke Terminal Pulogebang, Kampung Rambutan, dan Kalideres. Pihaknya telah menyiapkan gerai vaksinasi dan tes antigen untuk para penumpang.

Selain itu, sopir bus tersebut diberikan bantuan sembako sambil menunggu proses tilang selesai.

"Jadi kita tidak hanya penindakan hukum secara tegas tapi juga kita memberikan solusi kepada masyarakat yang berpergian," pungkas Sambodo.(OL-5)

Baca Juga

Dok MI

Polisi Tangkap 6 Begal yang Kerap Beraksi di Jakbar

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 19:35 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono menjelaskan Para pelaku sudah berulang kali melancarkan aksinya dengan...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Kapolri Perintahkan Berantas Perjudian dan Bekingnya

👤Siti Yona Hukmana 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 18:37 WIB
Sasaran dalam penindakan disebut tidak hanya para pemain dan bandar. Kapolri menekankan kepada anggota juga menindak pihak-pihak yang...
Antara

Pembangunan Rusunawa di Jakarta Telan Anggaran Rp2,4 Triliun

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 17:00 WIB
Pemprov DKI menetapkan biaya sewa satu bulan di rusunawa sebesar Rp765 ribu. Namun, untuk warga terprogram, seperti terdampak penataan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya