Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasruddin mengungkapkan sebanyak 40% pasar tradisional di Jakarta tidak layak untuk ditempati dan harus direvitalisasi total. Jumlah tersebut ekuivalen dengan 63 pasar.
Arief mengatakan, pihaknya berupaya terus mengejar program revitalisasi pasar sejak 2019 silam. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah memberikan dukungannya dengan mengeluarkan surat keputusan percepatan revitalisasi pasar-pasar di Jakarta. Namun, rencana tersebut harus menemui banyak tantangan.
"Pandemi membuat anggaran distop karena harus direalokasi untuk kesehatan. Praktis pada 2020 hingga saat ini belum ada revitalisasi pasar yang bisa dilakukan," kata Arief ditemui di Balai Kota.
Dari 63 pasar tersebut, ia mengklasifikasikan lagi dengan pasar yang kondisinya benar-benar sangat buruk yang jumlahnya mencapai 20 unit. Beberapa pasar yang berkategori sangat buruk itu di antaranya adalah Pasar Kebon Melati dan Pasar Lontar yang sebelumnya terbakar hebat pada Maret lalu.
Menurut dia, sudah ada rencana untuk merevitalisasi pasar sejak 2018. Selain dana, kendala revitalisasi ada pada kepemilikan aset tanah. Menurut dia, banyak pasar-pasar di Jakarta secara aset telah tercatat sebagai milik Pemprov DKI Jakarta. Namun, untuk keabsahan dokumennya justru belum dimiliki.
"Jadi banyak yang tidak bersertifikat. Kita harus proses itu dulu kalau mau bangun. Karena kalau mau proses IMB ya harus ada sertifikat dulu. Kalau nggak, nggak keluar IMB," tukasnya.
Ia menegaskan tak bisa begitu saja merevitalisasi pasar meskipun aset tanahnya telah tercatat milik Pemprov DKI Jakarta. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tanah tanpa sertifikat rawan menjadi objek sengketa oleh oknum-oknum tertentu.
"Saya sih ingin hajar saja. Kita bangun gitu meskipun sertifikatnya dan HPL-nya (Hak Pengelolaan Tanah) belum ada, toh ini punya DKI. Tapi pernah kejadian seperti itu, pas pasarnya sudah jadi malah ada yang gugat mengaku-ngaku. Lha, kan kita jadi susah. Menghadapi proses itu juga kan butuh waktu, tenaga, dan biaya yang nggak murah," kata Arief.
Solusinya tahun ini ia akan mengejar percepatan pengesahan aset-aset tanah pasar-pasar di Jakarta agar bisa mempercepat proses revitalisasi pasar.
"Kita kejar supaya tahun ini semuanya selesai. Harus sih. Kita kejar bersama BPN," ungkap dia.
Ia memastikan setelah direvitalisasi, pasar-pasar di Jakarta akan memiliki proteksi kebakaran yang optimal. Ia mencontohkan seperti Pasar Senen yang juga sempat mengalami kebakaran di salah satu kiosnya. Sejauh ini ada 19 pasar yang sudah berkategori SNI untuk manajemen proteksi kebakaran.
"Itu berfungsi 'sprinkle'-nya. Aman. Jadi nggak keburu membesar. Pokoknya kita setiap mau bangun itu pasti melibatkan damkar juga karena mereka yang tahu manajemen proteksinya," tandasnya. (Put/OL-09)
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved