Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN studi 'Environmental Risk Outlook 2021' yang dilakukan oleh lembaga survei analisis risiko Verisk Maplecroft menunjukkan bahwa Jakarta berada di puncak ranking kota dengan risiko tertinggi bahaya lingkungan di dunia. Survei ini baru saja dirilis pada 12 Mei 2021 lalu dengan jumlah kota yang disurvei mencapai 414 kota di seluruh dunia.
Verisk Maplecroft menyebutkan ada 1,4 juta warga di Jakarta yang tinggal berdampingan dengan kombinasi dari berbagai risiko bahaya lingkungan termasuk pencemaran udara, ketersediaan air bersih yang buruk, tingkat stres yang ekstrem, bencana alam, hingga ancaman karena perubahan lingkungan.
Dengan meningkatnya emisi karbon yang terkait dengan perubahan iklim serta adanya pertumbuhan penduduk di seluruh dunia, risiko bagi penduduk, pengusaha properti, dan operasional komersial juga akan meningkat.
Baca juga : DKI Tutup Sementara Ancol, TMII dan Ragunan Hingga 17 Mei
Namun demikian, relokasi ke kota lain yang lebih aman juga bukan solusi yang tepat karena kota lain juga mengalami risiko yang sama seperti bencana alam. Verisk Maplecroft melanjutkan, sangat penting bagi pemerintah untuk melakukan asesmen detail terhadap risiko lingkungan tersebut. Sehingga pemerintah bersama warga dapat melakukan upaya untuk mengatasi gangguan dari risiko lingkungan itu.
Selain wabah covid-19 dan polusi udara yang saat ini masih dihadapi oleh Jakarta, masalah lainnya yang membahayakan warga dari segi bahaya lingkungan adalah penurunan muka tanah yang terus terjadi tiap tahun. Hal inipun telah menjadi perhatian Mantan Gubernur Joko Widodo yang saat ini menjadi presiden. Iapun berencana untuk memindahkan Ibu Kota.
Dalam hal risiko bahaya lingkungan, Jakarta menempati urutan pertama dan disusul oleh Ibu Kota India, New Delhi. Di tempat ketiga ada salah satu kota di India yakni Chennai. Di urutan keempat adalah Kota Surabaya dan di urutan kelima adalah Kota Lima (Peru). (OL-2)
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hingga akhir Januari 2026.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved