Sabtu 10 April 2021, 19:05 WIB

Komunitas Sepeda Tidak Setuju Tugu Senilai Rp800 Juta

Selamat Saragih | Megapolitan
Komunitas Sepeda Tidak Setuju Tugu Senilai Rp800 Juta

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

 

KOMUNITAS pesepeda Brompton Owner Kelapa Gading dan Sekitarnya (BOGAS) mengkritik biaya pembangunan Tugu Sepeda di Jakarta terlalu besar dan uangnya mubazir. Karena masih ada proyek pembangunan yang terhambat dana pembiayaan.

"Kami dari komunitas kurang setuju karena momennya kurang tepat. Walaupun anggaran dari swasta, namun akan lebih baik bila dialihkan ke program yang.lebih membutuhkan," ujar Ketua BOGAS, Chriswanto, saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (10/4).

Chriswanto menambahkan, anggaran pembangunan tugu itu lebih baik dialihkan untuk menata jalur sepeda permanen yang masih banyak kekurangan.

"Contohnya cat jalur sepeda, perbaikan gorong-gorong penutup yang berbahaya bagi pesepeda. Kami pesepeda merasa urgensi tugu tersebut belum ada," kata Chriswanto.

Pihaknya berharap Pemprov DKI Jakarta menambah jalur permanen sepeda demi keamanan dan kenyamanan saat gowes.

Baca juga: Anies Bangun Tugu Sepeda Rp800 Juta, Ini Kritik Emil Salim

"Konsistensi komitmen dukungan pemerintah terhadap pesepeda serta keamanan dan regulasi yang jelas bagi para pesepeda yang melintas di jalan raya," ungkap Chriswanto.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, anggaran pembangunan Tugu Sepeda sebesar Rp800 juta berasal dari pihak ketiga.

"Tugu Sepeda itu dapat anggaran dari pihak swasta, pihak ketiga. Kemudian kedua, nilainya kurang lebih Rp28 miliar, termasuk tugunya yang Rp800 juta, termasuk pembangunan 11 koridor sepeda yang dibangun secara permanen di Sudirman," kata Riza, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/4).

Riza menambahkan, pembangunan tugu dilakukan guna memberi kesempatan bagi pelaku seni untuk berkreasi.

Selain itu, ujarnya, tugu ini juga berfungsi untuk mempercantik Ibu Kota.

Dia menambahkan, pembangunan jalur ini merupakan bentuk keberpihakan Pemprov DKI Jakarta kepada pengguna jalan, khususnya pesepeda.

Adanya pembangunan jalur ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan sepeda, baik sebagai sarana olahraga maupun rekreasi.

Bahkan ke depan, Riza juga berharap sepeda bisa menjadi salah satu alat transportasi di Jakarta. "Ini bagian integrasi pelayanan transportasi publik di Jakarta," ujarnya. (OL-4)

Baca Juga

DOK MI.

Balance Bike Tangsel Berharap Perhatian Pemerintah

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 30 Juni 2022, 16:58 WIB
Balance Bike Tangsel menggelar Balance Bike Competition 2022 di Pluit Village pada Minggu (26/6) yang diikuti antusias puluhan...
MI/Vicky G

Tebet Eco Park Segera Dibuka, Wagub: Tidak Ada Lagi Parkir Liar

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 30 Juni 2022, 16:27 WIB
"Tidak ada lagi pedagang yang mengganggu ketertiban di pinggir jalan, parkir-parkir liar juga diharapkan tidak ada lagi, karena itu...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Kuasa Hukum Anggap Roy Suryo sebagai Korban dalam kasus Meme Stupa

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 30 Juni 2022, 16:22 WIB
Kuasa hukum Roy Suryo mengatakan bahwa kliennya itu hanya korban dalam kasus meme stupa Candi Borobudur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya