Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Jakarta Pusat memperbolehkan penjualan takjil Ramadan, dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di beberapa lokasi penjualan takjil.
"Jangan sampai ada kerumuman dan harus menjaga jarak serta memakai masker," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/4).
Baca juga: Jelang Ramadan, Polisi Sita 959 Botol Miras dan 100 Knalpot Bising
Agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan, jelas Dhany, akan disiagakan petugas satpol PP di posko pemantauan yang didirikan di beberapa lokasi tempat penjualan takjil.
"Tapi kita masih menunggu kebijakan dari provinsi, terkait mekanisme pengawasan pedagang takjil ini," tandasnya. (OL-1)
Pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.
Takjil Keliling berlangsung pada 2–9 Maret 2026 di 10 titik Jakarta seperti Kendal, Blok M, Tebet, Kota Tua, Karet Kuningan, Manggarai, Menteng Dalam, serta Bendungan Hilir dan sekitarnya.
Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menyediakan hingga 700 porsi takjil per hari untuk masyarakat yang ingin berbuka puasa, selama Ramadan 1447 Hijriah.
BBPOM membawa mobil laboratorium keliling untuk melakukan uji sampel secara real-time di "Pasa Pabukoan".
Program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan
Antusiasme masyarakat dalam war takjil dipicu oleh hadirnya beragam makanan atau minuman yang memang jarang dijumpai di luar bulan Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved