Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA Januari-Februari 2021, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) mencatat 289 titik lokasi banjir di Jakarta.
Mayoritas banjir disebabkan limpasan air kali yang terjadi di 129 titik. Kemudian, banjir yang diakibatkan curah hujan tinggi menyasar 110 titik.
"Lalu, ada yang diakibatkan limpasan drainase 58 titik, drainase tersumbat 26 titik, daerah cekungan 21 titik dan bocoran tanggul 12 titik. Sisanya, banjir diakibatkan tanggul jebol, penyempitan sungai dan air rob," jelas Kepala BBWSCC Bambang Heri Mulyono dalam diskusi virtual, Rabu (17/3).
Baca juga: Anies Sebut Banjir Jakarta Disebabkan Curah Hujan Ekstrem
Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 titik banjir terjadi pada Februari. Bambang menyebut pada Januari dan Februari, curah hujan di wilayah Jakarta cukup tinggi.
Berdasarkan pantauan stasiun cuaca milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi menyasar daerah selatan ,seperti Jakarta Selatan, Depok, Bogor, serta Tangerang Selatan.
Curah hujan di Pasar Minggu misalnya, pada 19-20 Februari terpantau 226 mm per hari dan di Sunter Hulu sebesar 197 mm per hari, atau masuk kategori ekstrem. "Namun, kita lihat efek banjirnya memang meluas hingga ke pusat, timur, bahkan utara Jakarta," imbuh Bambang.
Baca juga: Korlantas Polri Persiapkan Aturan Kegiatan Mudik Lebaran 2021
Tidak hanya Jakarta, Bekasi juga termasuk wilayah yang terkena banjir cukup parah karena penyempitan kali dan daerah cekungan. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan jumlah kawasan yang terenda mbanjir pada awal tahun ini menurun.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sebanyak 113 RW yang tergenang banjir sepanjang 2021. Jumlah ini menurun bila dibandingkan pada 2020 sebanyak 321 RW dan pada 2019 sebanyak 569 RW.(OL-11)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Sedikitnya 75 RT dan 19 ruas jalan terdampak genangan air akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3).
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Pengelola Jakarta Garden City (JGC) mengebut pembenahan infrastruktur dan jalan di tengah kemacetan, cuaca ekstrem, serta sorotan isu lingkungan RDF Rorotan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved