Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan pihaknya meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari penyebab kecelakaan maut bus di Sumedang, Jawa Barat.
Pada Rabu kemarin pukul 18.20 WIB, dilaporkan terjadi kecelakaan tunggal yang menimpa bus pariwisata Sri Padma Kencana bernomor polisi T 7591 TB, yang mengangkut rombongan SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, Jawa Barat.
"Sejak tadi malam saya berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat dan juga tim yang ada di lapangan. Saya juga sudah minta kepada KNKT untuk mencari sebab akibatnya," jelas Budi di Jakarta, Kamis (11/3).
Dirjen Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub pun diketahui telah berada di lokasi kejadian kecelakaan pada Kamis (11/3) dini hari. Saat ini, proses evakuasi korban dari kendaraan yang masuk ke jurang masih dilakukan oleh petugas gabungan.
"Saya pikir kita tunggu laporan dari Dirjen Darat," pungkas Menhub.
Baca juga: Kecelakaan Bus di Sumedang Diduga Rem Blong
Dalam keterangan pers, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi menyatakan, jumlah penumpang bus tersebut sebanyak 66 orang, dengan rincian 39 orang selamat, 26 meninggal, dan 1 orang meninggal dalam proses evakuasi.
Adapun, lokasi kejadian kecelakaan tunggal tersebut di Jalan raya Wado-Malangbong di Dusun Cilangkap RT 01/06 Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang.
“Penyebab kecelakaan masih dalam investigasi, sementara ini informasi yang didapat ada keterlambatan uji KIR," jelas Budi Setiyadi.
Terpisah, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah, menuturkan, kecelakaan bus pariwisata Sri Padma Kencana nopol T 7591 TB diduga bus mengalami rem blong.
"Supir bus tersebut diduga tidak tahu medan pada malam hari dan sempat oleng ke kanan dan ke kiri hingga menabrak tiang listrik kemudian masuk jurang di kedalaman 20 meter," tukasnya.(OL-5)
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved