Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap Kementerian PUPR dapat memulai pengerjaan fisik normalisasi sungai di Jakarta tahun ini. Pria yang akrab disapa Ariza itu mengatakan, beberapa bagian lahan yang akan dinormalisasi sudah dibebaskan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta pada akhir tahun lalu sehingga pengerjaan fisik normalisasi seharusnya bisa dilakukan sesegera mungkin.
"Normalisasi sudah kami bebaskan sebagian (lahan), mudah-mudahan tahun ini mulai dibangun sheet pile-nya oleh PUPR," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/3).
Dalam program normalisasi sungai di Jakarta untuk pengendalian banjir, Pemprov DKI bertugas membebaskan lahan dan Kementerian PUPR bertugas melakukan pengerjaan fisik normalisasi antara lain dengan melakukan pengerukan bantaran kali yang sudah menyempit agar lebar kembali sesuai dengan lebar idealnya. Kemudian melakukan pengerukan agar kedalaman sungai juga ideal serta memasang turap beton atau sheet pile.
Baca juga: Polda Metro Klaim Kampung Tangguh Nihilkan Kasus Covid-19
Sebelumnya, program normalisasi sungai terhenti sejak 2018 dengan tidak adanya pembebasan lahan sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Jakarta. Pada 2020 lalu, Anies kembali menggulirkan program normalisasi namun tersendat karena anggaran yang menyusut akibat pandemi.
Pembebasan lahan pun baru dapat dilakukan pada akhir tahun usai dana pinjaman dari pemerintah pusat dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) cair.
Namun demikian, meski program normalisasi sungai terhenti, Pemprov DKI Jakarta tetap berupaya melakukan program pengendalian banjir lainnya seperti naturalisasi dan sumur resapan, termasuk program RTH dijadikan tempat penampungan air di Jakarta.
"Kemudian program lain RTH juga kami akan tambah," kata politikus Partai Gerindra itu.
Ariza menambahkan, tahun ini Pemprov DKI juga akan membeli pompa air untuk penanganan banjir dan membuat sistem penanganan banjir dengan sistem polder. "Semua program kami laksanakan secara proporsional sesuai dengan anggaran yang ada," tuturnya. (OL-4)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved