Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS Lingkungan Hidup, Chaerudin yang akrab disapa Babe Idin, meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menyalahkan air. Pasalnya penyebab banjir di Jakarta mesti ditangani dengan memulihkan permasalahan lingkungan, khususnya terkait manajemen sungai di Jakarta.
"Mudah-mudahan orang nomor satu DKI mendengar saya bicara. Kalau banjir, kita jangan menyalahkan airnya, tapi kalinya. Tapi juga caranya menangani yang mesti dilihat," kata Babe Idin yang juga pembina Kelompok Tani Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana pada webinar bertajuk Politik Hijau PDIP, Sabtu (20/2).
Menurut dia, normalisasi sungai sangat baik tapi mesti dijalankan secara komprehensif. Pemerintah provinsi Jakarta tidak boleh mengorbankan pohon atau mengganggu kehidupan yang bergantung pada sungai.
"Normalisasi oke. Tapi jangan nanti pohon bambu ditebang-tebangin dan diganti dengan beton-beton," terangnya.
Ia juga mengatakan perlu pelaksanaan manajemen pengelolaan sampah yang baik. "Hal itu yang harus kita akomodasikan ke anak-anak muda. Ayo jangan malu jadi petani. Intinya sampah bisa jadi bagian dari satu perjuangan dan meraih keberkahan," pungkasnya. (OL-4)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved