Kamis 11 Februari 2021, 14:47 WIB

Hapus Normalisasi Sungai, Bukti Anies Tidak Serius Atasi Banjir

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Hapus Normalisasi Sungai, Bukti Anies Tidak Serius Atasi Banjir

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Petugas menggunakan perahu karet mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir di Kawasan Rawajati, Kalibata, Jakarta

 

PENGAMAT perkotaan Nirwono Joga menyebut Pemprov DKI Jakarta tidak serius mengatasi banjir bila benar-benar akan menghapus program normalisasi sungai.

Hal itu ia sampaikan menanggapi isu yang beredar bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menghapus program normalisasi yang tercantum dalam rancangan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 melalui revisi Perda No 1 tahun 2018 tentang RPJMD 2017-2022.

"Pemprov DKI atau dalam hal ini Gubernur Anies tidak serius mengatasi banjir di Jakarta. Artinya seluruh warga Jakarta tetap harus waspada terhadap ancaman banjir ke depannya," kata Nirwono saat dihubungi Media Indonesia.

Ia mengatakan penanganan banjir haruslah fokus sesuai dengan penyebabnya. Sementara itu, di Jakarta, banjir terjadi akibat berbagai sebab yang membutuhkan penanganan yang berbeda-beda.

Baca juga: Anies Hapus Normalisasi Sungai, PDIP: Takut Target Tak Tercapai

Nirwono mengungkapkan setidaknya ada tiga macam penyebab banjir di Jakarta. Pertama, banjir yang terjadi akibat air kiriman. Ini kerap kali terjadi bila wilayah Bogor dan Depok mengalami hujan dengan intensitas lebat.

"Sehingga air yang masuk Kali ciliwung meluap membanjiri permukiman di bantaran Kali Ciliwung seperti di Pejaten Timur, Kebon Pala, Bidara Cina, hingga Kebon Baru, Tebet. Maka solusinya kali harus dilebarkan, permukiman direlokasi ke rusun terdekat, dikeruk, diperdalam, tepi bantaran ditata," jelas Nirwono.

Kemudian kedua yakni banjir yang disebabkan hujan lokal seperti yang terjadi di awal 2020 silam ketika Jakarta diguyur hujan dengan intensitas ekstrem selama berhari-hari.

Banjir pada saat itu menggenang banyak wilayah di Jakarta dan sebagian Bodetabek karena saluran yang tak optimal menampung air. Untuk solusinya harus dengan menormalisasi saluran, membangun jaringan utilitas terpadu dan pembersihan saluran dari sampah dan lumpur.

"Yang ketiga adalah banjir rob karena pasang air laut dan gelombang tinggi. Untuk ini maka harus ada regenerasi kawasan pantai dengan menanam mangrove dalam radius 500 meter dari bibir pantai dan warga direlokasi ke rusun," terangnya.

Sebelumnya, dalam rancangan Perubahan RPJMD disebut Pemprov DKI Jakarta akan meniadakan program normalisasi sungai dan memprioritaskan naturalisasi. (OL-4)

Baca Juga

dok.Korlantas

Korlantas Gelar Baksos ke Panti Asuhan Kasih Imanuel Jakarta Utara

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:26 WIB
KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri membagikan ratusan paket sembako ke Panti Asuhan dan Panti Jompo Berkat Kasih Imanuel, di Kawasan...
ANTARA

Polda Metro Gelar Operasi Zebra Jaya 3-16 Oktober

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 19:08 WIB
POLDA Metro Jaya akan menggelar Operasi Zebra Jaya guna peningkatan ketertiban lalu lintas . Operasi Zebra Jaya ini akan berlangsung 14...
DOK MI.

Polres Jakarta Selatan Amankan 11 Remaja Diduga Mau Tawuran

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 18:07 WIB
Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan belasan remaja di kawasan Jalan Margasatwa, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya