Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyampaikan informasi peringatan dini potensi banjir. Hal itu disampaikan, khususnya, kepada warga sepanjangan bantaran sungai. Pasalnya, ada kenaikan tinggi air di Pos Pantau Depok.
Melalui akun Twitter @BPBDJakarta, disampaikan kenaikan permukaan air di Pos Pantau Depok TMA menjadi 225 cm. Hal itu menjadikan status waspada atau Siaga 3.
“Kami, BPBD DKI Jakarta, menginformasikan, pada pukul 09.15, ketinggian Pos Pantau Depok 225 cm mendung dalam status Siaga 3. Diimbau kepada warga sepanjang Bantaran Sungai agar waspada dan berhati-hati terhadap bahaya banjir,” cicit akun @BPBDJakarta, Minggu (7/2).
Baca juga: Tinggi Muka Air Capai 130 Cm, Bendungan Katulampa Siaga
Sebelumnya, pada BPBD DKI Jakarta menyebut Bendungan Katulampa berstatus siaga III atau waspada. Ketinggian muka air naik akibat curah hujan tinggi.
"Ketinggian muka air mencapai 130 centimeter (cm) pada pukul 06.00 WIB," tulis BPBD DKI Jakarta lewat akun Twitter @BPBDJakarta, Minggu (7/2).
BPBD DKI Jakarta telah menyebarkan informasi melalui Dews, media sosial, dan pemberitahuan kepada camat serta lurah. BPBD Jakarta mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk waspada terhadap potensi banjir. (OL-1)
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Cuaca ekstrem tersebut memicu setidaknya 14 kejadian bencana tersebar di 15 kecamatan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved