Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz mendapatkan sejumlah keluhan dari warga Jakarta terkait penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Jakarta. Pihaknya pun sudah mengomunikasikan hal itu dengan Plt Sekda DKI Jakarta Sri Haryati agar ada perbaikan.
Keluhan dari warga salah satunya adalah jumlah penerima bansos yang berkurang. Adapun keluhan BST itu merupakan BST yang sumber dananya dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang mekanismenya melalui PT. Pos Indonesia.
"Ya, saat ini, banyak pengaduan masyarakat terkait BST, dari jumlah penerimanya yang berkurang dan lain-lain. Saya sudah komunikasikan dengan Plt Sekda, semoga bisa segera ditindaklanjuti," kata Abdul kepada Media Indonesia, Jumat (15/1).
Baca juga: Tenaga Medis RSUD Koja Mulai Divaksin
Hal yang serupa diutarakan Sekretaris Jenderal Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Dika Moehammad.
Menurutnya, warga yang tahun sebelumnya mendapatkan bansos sembako, saat ini belum ada informasi terdaftat sebagai penerima BST. Sementara saat penyaluran BST yang sudah berjalan, mereka belum mendapatkan bansos tunai ini.
"Banyak warga yang pada 2020 terdaftar menerima bansos sembako, tahun ini, tidak menerima BST," kata Dika.
Dika juga menyebut, warga yang tidak dapat BST ini adalah warga terdampak pandemi yang memang berhak menerima bantuan.
Untuk itu, pihaknya masih akan memantau distribusi BST hingga akhir Januari ini.
Sebagai informasi, BST akan diberikan selama 4 bulan ke depan dengan besaran Rp300 ribu per bulannya.
"Yah masih berhak (mereka terdampak covid-19). Tapi kami masih menunggu hasil pemantaun penyaluran dari Bank DKI, mengingat saat ini baru dari kantor pos," pungkasnya. (OL-1)
Cek desil bansos 2026 secara online melalui website dan aplikasi Kemensos. Simak cara cek status penerima bansos dan penjelasan fungsi desil.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved