Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Berikut juga organisasi perangkat daerah terkait, camat dan lurah di wilayah rawan banjir.
Mengingat, hujan intensitas sedang hingga lebat melanda seluruh wilayah Ibu Kota pada Senin (7/12) dini hari. Peringatan tersebut diunggah pada laman media sosial BPBD Jakarta.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seluruh kecamatan di DKI Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Tepatnya mulai pukul 03.30 WIB hingga 06.30 WIB.
Baca juga: Anies: Liburan Picu Peningkatan Klaster Keluarga
“Prediksi berpotensi hujan sedang-lebat pukul 03.30 WIB hingga pukul 06.30 WIB, Senin (7/12),” bunyi pengumuman tersebut.
“Kepada perangkat daerah terkait, agar mengantisipasi daerah yang rawan banjir atau longsor. Dengan siagakan PPSU dan satgas banjir di kecamatan,” lanjut pengumuman dari BPBD.
Mengacu pengumuman tersebut, seluruh kecamatan di DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu, memiliki potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat.(Ant/OL-11)
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta Kamis 5 Februari 2026. Waspadai potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Cek detailnya!
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Istilah awan kontainer tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Narasi yang beredar di masyarakat merupakan bentuk kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved