Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) membangun cekungan penampung air (embung) di Kelurahan Tegal Alur dan Semanan, Selasa (6/10).
Kasudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari mengatakan, kedua embung dengan kedalaman tiga meter itu, bertujuan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta luapan kali Semongol atau pasang surut air laut.
“Pembangunan kedua embung ini untuk mengatasi genangan dan banjir di kawasan tersebut,” ujarnya, Selasa (6/10) saat dikonfirmasi.
Menurut Purwanti, lahan yang digunakan untuk pembangunan embung merupakan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
Dia menjelaskan, embung di Tegal Alur dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dengan luas cekungan 2.500 meter persegi di belakang Rusun Lokbin Tegal Alur.
Sedangkan di Semanan, embung dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dengan luas cekungan 3.000 meter persegi di Kampung Bulak RT 010/01 Semanan, tepatnya di belakang Rusun Pesakih, embung di lokasi ini untuk mengalirkan air ke Kali Mookevart.
Ia menjelaskan, untuk membangun embung, pihaknya mengerahkan satu alat berat jenis eksavator di Semanan dan satu alat berat di Tegal Alur.
“Pembangunan kedua embung ini ditargetkan akan rampung pada akhir Desember," tandasnya. (OL-4)
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved