Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR mulai surut di sejumlah wilayah. 29 warga pengungsi yang semula ada di Kelurahan Cilandak Timur dan Kelurahan Bidara Cina sudah kembali ke rumah masing-masing.
Namun demikian, Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (PDIK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat masih ada 22 RT yang terendam banjir.
"Pengungsi sudah pulang semua. Tapi untuk RT tergenang masih ada 22 RT," kata Kepala PDIK M. Insyaf, Senin (5/10).
Per pukul 15.00 WIB masih terdapat 16 RT di Jakarta Selatan yang terendam banjir. Ketinggian air paling tinggi adalah 70cm di 11 RT.
Lalu di Jakarta Timur terdapat 4 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 30cm.
Kemudian di Jakarta Barat terdapat 2 RT yang masih tergenang banjir dengan ketinggian tertinggi 60cm.
Sementara itu, hingga sore ini sebanyak tujuh ruas jalan di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat tergenang setinggi 10 cm sampai 50cm
Jalan tergenang yakni:
- Jl. Kirai Rt 3/1 no. 12, Kel. Cipete Utara, Kec. Kebayoran Baru
- Jl. Komp. Loka Permai No.14-16, Kel. Grogol Selatan, Kec. Kebayoran Lama
- Jl. Pangeran Antasari Gg. Koba, Kel. Cipete Utara, Kec. Kebayoran Baru
- Jl. Ophir 1 Kel. Gunung, Kec. Kebayoran Baru
- Jalan H. Briti, Kel. Kembangan Selatan, Kec. Kembangan
- Jalan H. Sarimun, Kel. Kembangan Selatan, Kec. Kembangan
- Jl. Musirin 1, Kel. Kedoya Selatan, Kec. Kebon Jeruk (OL-4)
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved