Jumat 11 September 2020, 14:35 WIB

PSBB Dimulai Pekan Depan, Ganjil Genap Toko Ditiadakan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
PSBB Dimulai Pekan Depan, Ganjil Genap Toko Ditiadakan

MI/Permana
Suasana pertokoan yang beroperasi sesuai aturan ganjil genap di LTC Glodok , Jakarta

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kembali akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total pada 14 September mendatang. Pemberlakukan pembatasan yang sangat ketat ini dipicu oleh melonjaknya jumlah kasus covid-19 dua pekan belakangan.

Rata-rata jumlah kasus baru covid-19 harian mencapai seribuan kasus. Bahkan positivity rate telah di angka 13%.

Dalam pemberlakuan PSBB total ini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan hanya usaha di 11 sektor yang boleh tetap buka di tempat kegiatan usahanya.

Baca juga: Ikappi: Ada Penurunan 70% Omzet Pedagang di Jakarta

Ada pun 11 sektor tersebut ialah kesehatan, energi, keuangan, logistik, perhotelan, layanan dasar dan jasa utilitas, komunikasi dan teknologi informasi, pangan/minuman, konstruksi, industri strategis, dan kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, selama PSBB Transisi, sebelumnya Pemprov DKI menerapkan kebijakan buka dengan nomor ganjil dan genap untuk pertokoan. Hal itu, kata, Andri tak lagi berlaku.

"Di PSBB kita bicara yang dikecualikan. Artinya yang boleh buka atau beroperasi dan yang tidak dikecualikan atau yang tidak boleh beroperasi. Jadi, ganjil genap sudah tidak ada lagi," tegasnya di Balai Kota, Kamis (10/0).

Andri yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta itu menambahkan usaha-usaha yang berada di luar 11 sektor itu harus tutup.

Sementara itu, usaha-usaha yang bergerak di 11 sektor harus melaporkan ke Disnakertrans untuk didata dan kemudian disurvei protokol kesehatannya. "Meski diperbolehkan beroperasi, perusahaan yang bergerak di bidang yang dikecualikan tetap harus menaati protokol kesehatan agar menekan risiko penularan," jelas Andri.

Protokol kesehatan itu, antara lain pembatasan jumlah karyawan sebanyak 50%. "Iya kan tetap ada pembatasan karyawan. Itu kita survei. Kalau kita sidak dan melanggar ya harus tutup. Kalau dia tidak termasuk 11 sektor, harus tutup," tegas Andri. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

DPRD DKI: Sindikat Pemalsu Tes PCR Harus Diusut & Dihukum Maksimal

👤Hilda Julaika 🕔Senin 18 Januari 2021, 10:50 WIB
Pengusutan dengan tuntas perlu dilakukan agar pemalsuan seperti ini tak berujung pada penyebaran covid-19 yang tak...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Kapal Pengawas KKP Temukan Bagian Pesawat dan Korban Sriwijaya Air

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Januari 2021, 10:35 WIB
Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menemukan sejumlah bagian pesawat dan korban kecelakaan pesawat...
MI/Susanto

Basarnas Persempit Sektor Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

👤 Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 18 Januari 2021, 10:28 WIB
Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan pihaknya akan mempersempit area lokasi atau sektor pencarian korban...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya