Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Polisi Telusuri Komunitas Lain yang Berhubungan dengan Pesta Gay

Rahmatul Fajri
04/9/2020 19:25
Polisi Telusuri Komunitas Lain yang Berhubungan dengan Pesta Gay
Jajaran Polda Metro Jaya saat merilis kasus pesta seks hubungan sesama jenis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9)(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

WAKIL Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya akan menelusuri komunitas lain yang berhubungan dengan pesta gay yang digerebek di apartemen di Jakarta Selatan pada Sabtu (29/8) dini hari WIB.

Dalam penggerebakan itu, polisi menetapkan 9 orang tersangka yang merupakan penyelenggara pesta, yakni TRF, BA, NA, KG, SP, NM, RP, A, dan HW. Sementara itu, 47 lainnya masih berstatus sebagai saksi dan terus dilakukan pendalaman oleh polisi.

Calvijn mengaku pihaknya akan menelusuri komunitas lain yang juga menyelenggarakan pesta serupa. Ia mengaku komunitas gay bernama Hot Space itu memiliki keterkaitan dengan komunitas lain.

"Ini juga kita masih mendalami apakah memang 6 atau lebih atau pun keterkaitan sama komunitas lain, kan. Biasanya kan komunitas-komunitas ini saling berkaitan antara komunitas satu dengan lainnya. Ini juga kita masih dalami karena kan kita baru rekonstruksi faktanya ketemu. Penyidikan Ini kan sifatnya berkembang dan dinamis," kata Calvijn, ketika dihubungi, Jumat (4/9).

Selain itu, Calvijn mengatakan pihaknya akan mendalami 47 orang yang saat ini masih berstatus tersangka. Ia mengaku tak kemungikinan ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, hal itu bergantung pada proses penyidikan yang dilakukan kepolisian.

"Penyidikan ini masih berjalan, kemarin juga baru rekonstruksi, fakta-faktanya ketemu. Kita kan estafet untuk penyidikan, ya ada beberapa hal yang harus kita dalami lagi," kata Calvijn.

Seperti diketahui, para peserta dan penyelenggara pesta gay ini tergabung dalam grup Whatsapp Hot Space dan mematok biaya pendaftaran Rp100 ribu hingga Rp350 ribu per peserta. Mereka memberi judul pesta itu "kumpul-kumpul pemuda merayakan kemerdekaan."

Ada beberapa aturan yang dibuat panitia. Pertama, suhu badan peserta harus dicek untuk memastikan tidak membawa virus korona ke dalam kamar pesta. Para peserta juga dilarang membawa senjata dan narkoba ke dalam kamar tempat acara berlangsung.

Para peserta lalu dipisahkan jadi tiga kelompok, tergantung permintaan peran. Mereka memisahkan yang berperan sebagai laki-laki dengan nama top, yang perempuan dengan nama bottom, atau bisa keduanya dinamakan vers. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya