Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DISC Jockey (DJ) sekaligus eks drummer BIP Jaka Hidayat (JH) meminta maaf usai ditangkap polisi atas penggunaan narkoba jenis sabu.
Jaka bersama kurir yang mengantarkan sabu tersebut, MY, diciduk Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Satresnarkoba) Polres Jakarta Utara, Rabu (2/9) lalu di sebuah hotel di Jakarta Utara.
Jaka meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatannya itu. Ia mengaku menyesal dan berjanji tak akan mengonsumsi narkoba.
"Untuk masyarakat, saya sebagai musisi mau menyampaikan maaf sebesarnya, saya tidak akan menggunakan lagi," kata Jaka ketika konferensi pers di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (4/9).
Baca juga: Berhenti 18 Tahun Lalu, Eks Drummer BIP Kembali Pakai Narkoba
Jaka yang bergabung dengan BIP pada 1996 dan memutuskan keluar tujuh tahun berselang itu juga meminta kepada pihak yang masih mengonsumsi narkoba untuk segera berhenti.
"Teman yang masih gunakan, tolong lah ini tidak baik. Untuk kesehatan juga tidak baik," ujarnya.
Jaka kini masih berada di Polres Metro Jakarta Utara. Polisi juga masih terus mengembangkan kasus tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko mengatakan pihaknya terus melakukan pengembangan dan melacak pihak lain yang terkait.
"Kita kembangkan pemasok barang yang berada di atas JH," kata Sudjarwoko.(OL-5)
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved