Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya beserta Polres Metro Jakarta Utara mengungkap pelaku pembunuhan terhadap bos perusahaan pelayaran bernama Sugiarto, 51. Pelaku yang berperan sebagai eksekutor penembakan terhadap Sugiarto diketahui berinisial DM alias D, 50, seorang pembunuh bayaran amatiran.
Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, hal itu terbukti karena DM sempat latihan menembak terlebih dahulu sebelum mengeksekusi korbannya. Latihan tersebut, sambung Nana, dilakukan bersama tersangka lain, yakni AJ, 56.
"Saudara DM belum punya kemampuan menembak, sehingga yang bersangkutan dilatih menembak oleh AJ," jelas Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/8).
Adapun senjata api yang digunakan untuk membunuh Sugiarto adalah pistol browning tipe BDA (Browning Double Action) 380 auto.
Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Penembakan Bos Pelayaran Hari Ini
DM diminta oleh pelaku NL, 34, yang merupakan karyawan Sugiarto dan juga otak dari pembunuhan tersebut. DM menyanggupi permintaan NL lantaran memiliki hutang budi terhadap orangtua NL selaku murid dan anak.
Mulanya, DM tidak dilibatkan dalam perencanaan pembunuhan yang pertama. Namun karena rencana tersebut gagal, akhirnya NL meminta DM.
"Awalnya yang bersangkutan bukan pelaku. Tapi untuk kepentingan bersama, dan DM menyanggupi dengan alasan untuk perjuangan. Sindikat ini satu kelompok, kebetulan para pelaku ini adalah murid dari orangtua NL. Sehingga mereka dengan alasan perjuangan, dimana NL dalam ancaman (korban) sehingga DM menyetujui datang ke Jakarta," jelas Nana.
Selain DM, AJ, dan NL, polisi juga menngkap lima orang lainnya, yakni R alias MM, 42, SY, 58, S, 20, MR, 25, dan DW, 45.
Sugiarto ditembak di depan ruko Royal Gading Square pada Kamis (13/8) lalu dari arah belakang sebanyak lima kali. Ia lantas tewas di lokasi kejadian.(OL-5)
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Investigasi penembakan perempuan oleh petugas ICE di Minneapolis terhambat minimnya kamera tubuh. Akankah ada keadilan di tengah kebijakan imigrasi Trump yang keras?
Seorang perempuan tewas ditembak petugas imigrasi (ICE) di Minneapolis setelah diduga mencoba menabrak aparat. Otoritas AS menyebutnya sebagai aksi terorisme domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved