Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman prihatin dengan adanya insiden kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung. Ia menyayangkan, gedung-gedung penegakan hukum masih belum memiliki mitigasi kebencanaan.
“Pentagon saja kalau ada serangan bisa mematikan diri sendiri. Kita harus meniru negara maju untuk mitigasi, misalnya agar gedung tidak terbakar atau bisa lokalisir diri,” kata Boyamin, Sabtu (22/8).
Baca juga: Kejagung nyaris Ludes
Ia pun mencatat, ada dua hal yang patut dicermati dengan adanya kebakaran di Kejagung.
“Ada kaitannya dengan cctv. Semua gedung kan ada cctv. Saat di Bareskrim, cctv jadi alat bukti untuk jaksa Pinangki. Dugaannya apakah ini terbakar atau dibakar? Lalu di Kejagung kan ada alat-alat sadap. Itu ada di lantai gedung utama juga. Alat ratusan miliar terbakar, sangat disayangkan. Ya mudah-mudahan ini memang benar terbakar ya, bukan dibakar,” ujarnya.
Sebelumnya, Jaksa Pinangki dan kuasa hukum Joko Tjandra, Anita Kolopaking, pernah bertemu di gedung Kejagung.(OL-5)
Pupuk bukan sekadar komoditas dagang, melainkan instrumen vital negara.
Menanggapi rencana pihak Nadiem yang ingin melaporkan saksi Jumeri ke polisi, Boyamin menilai hal tersebut sebagai strategi untuk memengaruhi saksi-saksi lainnya.
Total, sudah ada tiga Kajari dijemput untuk diperiksa Kejagung.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved