Jumat 21 Agustus 2020, 10:50 WIB

Sudah 2 Tahun, Program Pembangunan Kampung Kumuh Jauh Dari Target

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Sudah 2 Tahun, Program Pembangunan Kampung Kumuh Jauh Dari Target

MI/Fransisco Carolio
Kampung Akuarium di Jakarta Utara

 

Hingga dua tahun pelaksanaan program pembangunan kampung kumuh, baru satu kampung yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dari total 21 kampung yang ditargetkan ditata melalui Keputusan Gubernur Nomor 878 tahun 2018.

Dari 21 kampung yang disasar dalam kepgub itu, baru Kampung Akuarium yang dilaksanakan pembangunannya pada Senin, 17 Agustus lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko menjabarkan beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan penataan kampung kumuh. Kendalanya, antara lain peruntukan ruang kampung hingga legalitas tanah.

"Secara umum aspek legalitas pertanahan masih perlu kajian, ketidaksesuaian dengan RDTR, perlu sinkronisasi dengan program kerja SKPD terkait, hingga perlunya upaya alternatif penyediaan lahan/lokasi lain untuk pelaksanaan penataan kampung tersebut," kata Sarjoko saat dihubungi mediaindonesia.com, Jumat (21/8).

Saat ini, masih tersisa 20 lokasi kampung kumuh yang harus dibangun dan ditata berdasarkan Kepgub 878 tahun 2018. Menurut Sarjoko, Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) sedang melakukan kajian pertanahan untuk melakukan penataan di 20 kampung tersebut.

Dia menegaskan pihaknya akan mendahulukan pembangunan kampung yang memiliki aspek legalitas.

Baca juga: Anies Langkahi DPRD

"Lokasi lainnya sesuai Kepgub 878/2018 yang aspek legalitas tanahnya sudah 'clear', akan diupayakan dapat segera dilakukan penataan," tutur Sarjoko.

Mengenai pembiayaan, menurutnya, tak menutup kemungkinan dibiayai oleh APBD serta sumber-sumber pembiayaan lain yang sah termasuk dari kewajiban pengembang.

"Untuk lokasi lain, sejak 2018 baru dilaksanakan perencanaannya melalui kegiatan Community Action Plan (CAP)," tandas Sarjoko.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembangunan Kampung Akuarium di Jakarta Utara dengan biaya kewajiban pengembang senilai Rp62 miliar.

Ada 241 unit hunian dengan bentuk rumah vertikal yang dibangun di atas lahan seluas 10.300 meter persegi. Rumah vertival ini ditargetkan selesai tahun depan.

Sementara itu, masih ada 20 kampung dalam Kepgub 878 tahun 2018 yang menanti untuk dibangun. Rinciannya 12 lokasi berada di kawasan Jakarta Utara, 6 lokasi di Jakarta Barat, dan 1 lokasi masing-masing di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. (OL-14)

 

Baca Juga

MI/Andri W

Status PPKM DKI Jakarta Turun ke Level Dua

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:25 WIB
PEMERINTAH menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta dari level tiga menjadi level...
dok.ant

BMKG: Siang Ini Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:09 WIB
BMKG memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta hujan hari ini, Selasa...
MI/Andri Widiyanto.

Sidang Pekan Depan, JPU Hadirkan Delapan Saksi Fakta Kasus Unlawful Killing

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 21:47 WIB
Penasihat hukum terdakwa, Henry Yosodiningrat, meminta agar nanti saksi tersebut dihadirkan secara satu per satu dan pihaknya ingin...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya