Selasa 21 Juli 2020, 22:30 WIB

MRT: Tanah Galian tidak Pernah Digunakan untuk Reklamasi Ancol

Selamat Saragih | Megapolitan
MRT: Tanah Galian tidak Pernah Digunakan untuk Reklamasi Ancol

Antara
: Pengendara melintas di atas lahan hasil reklamasi Ancol di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

 

BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI yaitu PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta membantah bahwa tanah buangan hasil galian proyeknya selama ini digunakan untuk kepentingan reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA).

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan, tanah beserta lumpur hasil kerukan saat membangun stasiun dan lintasan itu digunakan untuk berbagai keperluan lain seperti untuk Taman Pemakaman Umum (TPU) pada proyek fase pertama lalu.

Baca juga: Pastikan Rencana Reklamasi Ancol, Ini Penjelasan PT PJA

"Waktu itu pada fase l dibuang ke beberapa tempat pemakaman umum," lanjut William.

Dia menjelaskan, proyek reklamasi Ancol tidak ada hubungannya dengan proyek apapun di PT MRT Jakarta. Karena tanah hasil buangan pengelolaannya diserahkan kepada Pemprov DKI.

"Ancol itu beda. Itu urusan reklamasi dan tidak ada hubungannya dengan ini," kata William.

Saat ini, MRT tengah membangun jalur fase 2A untuk relasi Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur enam kilometer terdiri dari tujuh stasiun.

Namun, William pun belum mengetahui tanah buangan MRT fase 2 tersebut akan digunakan untuk apa.

Baca juga: Soal Reklamasi Ancol, Politisi PAN Minta tidak Nyinyir ke Anies

Jika nantinya ingin dijadikan tanah reklamasi Ancol, menurut dia, sah-sah saja.

"Tergantung pemprov, kalau mau buang di Ancol, ya silakan. Kita buang tanah itu harus dikasih arahan dari pemerintah," ungkapnya.

Usai mengerjakan fase 2A, pihak MRT akan membangun fase 2B yang diperkirakan memiliki jalur sepanjang 5,8 Km dan terdiri dari tiga stasiun, yaitu Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol dan Stasiun Ancol Barat dengan estimasi pengerjaan akan dimulai pada pertengahan 2022.

Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, menyatakan, untuk reklamasi Ancol, selain diambil dari pengerukan sungai dan waduk, lahan perluasan Ancol juga berasal dari proyek MRT yang sudah selesai.

Nantinya pengerukan tanah untuk membangun stasiun atau rel MRT ke depannya juga akan menambah volume lahan di Ancol itu.

Baca juga: DPRD Bongkar Konsep Reklamasi Ancol yang Diizinkan Anies

"Jadi tanah hasil pengerukan MRT itu akan dibawa ke Ancol Timur juga. Baik yang sudah maupun akan datang karena segera akan dikerjakan," kata Saefullah, dalam rekaman video Pemprov DKI, di Jakarta, Jumat (3/7). (Ssr/A-3)

Baca Juga

Antara

Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 20:39 WIB
Masuk kategori pelanggar adalah mereka yang menggunakan masker tidak sesuai...
Antara

Tim SAR Fokus Cari CVR Sriwijaya Air SJ-182

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 19:10 WIB
Hal ini sekaligus membantah adanya informasi mengenai ditemukannya perekam suara kokpit...
MI/Bary Fathahilah

Antisipasi Banjir, DKI Kebut Pembebasan Lahan Waduk di Jaksel

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 18:04 WIB
Waduk di Jakarta Selatan yang masih perlu pembebasan lahan di antaranya Waduk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya