Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK pandemi Covid-19 membuat banyak tenaga kerja harus kehilangan pekerjaannya. Hal itu pun jadi perhatian salah satu perwira Polri, AKBP Ahmad Untung Surianata atau biasa disapa Untung Sangaji untuk membuka pelatihan home industry.
Pelatihan yang dibuatnya ialah pelatihan membuat kancing baju unik dengan bahan limbah batok kelapa. Pelatihan skala home industry itu ia mulai di wilayah pesisir Jakarta mengingat banyak industri garmen yang membutuhkan kancing baju.
"Pembuatan kancing baju unik dengan bahan baku limbah batok kelapa merupakan usaha home industri sebagai penopang pabrik-pabrik garmen yang tentunya juga membutuhkan berbagai jenis kancing," kata pria yang pernah menjabat Kepala Polres Aceh Utara itu dalam keterangan tertulisnya.
Selain bagian dari upaya menyerap tenaga kerja, pelatihan skala home industry itu juga diharapkan bisa menurunkan tingkat kriminalitas di wilayah sekitar dan memberi sumbangan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat suplai kancing ke industri garmen.
Baca juga : Angkutan Umum tak Terapkan Protokol Kesehatan Didenda Rp500 Ribu
Selain pembuatan kancing baju unik, Untung yang pernah terlibat dalam penanganan bom Sarinah itu juga berencana membuka usaha lainnya skala industri rumahan, yaitu lewat bandeng presto.
Untung yang pernah membina waria saat bertugas di Aceh itu mengaku, prihatin dengan banyaknya pengangguran di Indoensia, sehingga ia berusaha membuat usaha kecil-kecilan yang ikut melibatkan sejumlah pengangguran agar bisa mendapatkan keterampilan tambahan dan pendapatan.
"Sebagai anggota Korps Bhayangkara, saya akan terus membangun bangsa dengan sekuat tenaga diberbagai sektor kehidupan sesuai dengan kemampuan," pungkasnya (RO/OL-7)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pendatang baru pasca Idul Fitri 1447 H mempersiapkan diri dan memiliki skill, seiring ekonomi Jakarta yang tumbuh positif.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Sinergi ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri mampu menghasilkan talenta berkualitas.
Sektor periklanan menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja dan mencatat pertumbuhan pengeluaran iklan digital hingga 12% per tahun.
Menaker menegaskan percepatan produktivitas nasional membutuhkan keterlibatan aktif pemangku kepentingan pemerintah, industri, akademisi, profesi, dan generasi muda.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat perdana bersama jajarannya pada awal tahun 2026 dengan agenda utama membahas program restarting bagi industri kecil.
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun menekankan pentingnya operasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal (Satgas BKC Ilegal) yang sesuai dengan regulasi.
Sepanjang April 2025, Bea Cukai hadir di Banten, Bandung, dan Bali untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk pelaku industri kecil menengah (IKM).
Pihak yang paling dirugikan dari maraknya impor produk asing saat ini adalah industri kecil dan menengah (IKM), bukanlah usaha kecil dan menengah (UKM).
Ikhwan Primanda mendorong perusahaan-perusahaan rintisan (startup) membantu industri kecil naik kelas menjadi industri menengah dengan penggunaan teknologi
Inovasi merupakan kunci utama bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Jabar untuk naik kelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved