Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menghentikan sementara program pasar murah selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Menurut Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Bambang Purwanto, penyerahan bantuan berupa sembako itu bisa diantar melalui ojek online atau daring.
Baca juga: SMK 66 Jadi Tempat Isolasi, Pemkot Jakut : Respon Warga Positif
"Biaya ojol rencana akan ditanggung Pemprov juga. Bank DKI yang sedang mangatur mekanisme transaksinya.Jadi, warga tidak perlu harus antri dan berkerumun," ujar Bambang saat dihubungi, Jakarta, Kamis (30/4).
Warga yang tidak teratur dalam mengantri bantuan pangan menjadi alasan kuat dihentikannya program tersebut. Menurutnya, masih banyak warga yang berdempetan dan tidak menggunakan masker.
"Warga cukup menunggu di rumah nanti pangan yang dibeli kami antar sampai kerumah. Berkerumun itu sangat beresiko terhadap penularan Covid-19," jelas Bambang.
Warga yang menerima program pangan murah ialah yang memegang kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).
Lalu diberikan kepada petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU), dan pegawai harian lepas (PHL), guru honorer dan penghuni rusun milik Pemprov DKI.
"Sesegera mungkin dikirimkan. Saat ini hampir final, jika semua perangkat siap untuk digunakan pasti langsung dilakukan," pungkas Bambang. (OL-6)
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved