Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
TIADA yang baru di muka bumi. Semua yang ada sekarang, dulu sudah pernah ada. Lumbung ketahanan pangan yang menghilang
di perkotaan, kini kembali terlihat di Jalan Layung Sari, Kelurahan Empang, salah satu kawasan padat penduduk di selatan Kota Bogor.
Lima hari sebelum pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor, warga mulai bergerak mengumpulkan kebutuhan pangan berupa beras dan makanan lainnya.
Mereka menabung bahan pangan untuk berjaga-jaga bilamana horor covid-19 terus berkepanjangan. Pembagian ketersedian
pangan disepakati berdasarkan urutan yang paling terdampak virus korona. Misalnya, diutamakan pekerja harian yang praktis kehilangan pemasukan, mereka yang terkena PHK, dan warga kurang mampu.
Mulianya hati warga dan para relawan yang terlibat dalam penanganan covid-19 di lapangan juga dimasukkan ke daftar penerima.
Lurah Empang Hary Cahyadi menuturkan lumbung pangan dibangun bermula dari beberapa pengusaha, perusahaan, serta pedagang yang berdomisili ataupun berusaha di kelurahannya hendak berdonasi.
Setelah berembuk dengan melibatkan karang taruna, tokoh masyarakat, RT, RW, serta muspika, disepakati agar bantuan yang diberikan bukan berupa uang, melainkan berupa beras dan bahan makanan.
Kejujuran masyarakat Kelurahan Empang diganjar dengan banyaknya donatur yang menyumbang. “Dari tanggal 10 April, jauh hari sebelum PSBB diberlakukan, sampai sekarang ini sudah ada 1.000 kg beras dan 100 dus mi instan yang didonasikan. Bukan hanya pengusaha dan pedagang yang memberikan donasi, melainkan juga pihak RT, RW, dan warga ikut-ikutan memberikan kontribusi,” tutur Hary.
Beras dan bahan pangan akan diberikan dalam bentuk mentah berupa paket-paket kepada warga yang membutuhkan. Paketpaket itu sudah disiapkan dan tinggal dibagikan. Pihaknya juga sudah membuatkan dapur umum.
Berdasarkan pendataan RW Siaga Korona Kelurahan Empang, terdapat 1.500-an kepala keluarga yang ekonominya terdampak. Kemarin, RW Siaga Korona mulai membuka dapur umum. Berbarengan pula datang bantuan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil berupa beras 100 kg. (Dede Susianti/J-2)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved