Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Bus antar kota antar provinsi (AKAP) ‘gelap” diperkirakan bermunculan saat musim mudik Lebaran tahun ini. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan salah satu faktor penyebabnya ialah karena dihapuskannya program mudik gratis untuk mencegah penyebaran covid-19.
"Saat mudik Lebaran, sering terjadi angkutan ilegal, seperti truk barang muat orang, angkutan pelat hitam disewa untuk mudik (AKAP). Nah, apalagi sekarang, bisa meningkat," kata Djoko saat dihubungi, Senin (20/4).
Kementrian Perhubungan sudah memutuskan tidak ada program Mudik Gratis. BUMN dan swasta diimbau untuk melakukan hal yang sama. Djoko juga melihat banyak kendaraan AKAP yang bukan pelat warna plat nomornya.
"Peningkatan bus AKAP itu karena angkutan umum juga dibatasi dan tarifnya dua kali lipat," kata Djoko.
Pasal 13 Peraturan Kementrian Kesehatan No. 9 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengatur pembatasan moda transportasi.
Baca juga: Warga Yang Urung Mudik Akan Dapatkan Bantuan Sosial
Pembatasan moda transportasi dikecualikan untuk moda transportasi penumpang, baik umum maupun pribadi, dengan memperhatikan jumlah penumpang dan menjaga jarak antarpenumpang. Demikian pula untuk moda transportasi barang dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.
"Berharap ketegasan pemerintah untuk meniadakan mudik lebaran. Banyak daerah sudah menutup pemudik dengan cara meminta pemudik mengikuti aturan untuk mengisolasi diri," pungkas Djoko.
Pada (12/4) lalu Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menerbitkan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan No. 71 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis PSBB Dalam Bidang Transportasi.
Seluruh moda operasional Transjakarta, Moda Raya Terpadu, Lintas Raya Terpadu, kapal-kapal laut di dermaga penyeberangan Kepulauan Seribu, dan bus AKAP hanya boleh beroperasi pada pukul 06.00-18.00 WIB. (OL-14)
PT Jasa Marga membuka enam ruas tol sepanjang 198 km secara fungsional di Trans Jawa dan Trans Sumatera untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026.
Siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap itu akan dikenakan sanksi berat.
Data Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 123 juta orang melakukan perjalanan mudik pada 2023, dengan mayoritas menggunakan kendaraan pribadi.
Pertamina pun menegaskan telah mempersiapkan stok BBM dan LPG jauh hari sebelum perang Israel-Amerika lawan Iran.
Program Bengkel Persiapan Mudik akan dimulai pada 6–7 Maret 2026, sementara Bengkel Siaga Mudik beroperasi pada 14–20 Maret 2026 di berbagai titik Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal perjalanan masyarakat Indonesia dalam menyambut hari raya Idulfitri 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved