Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Stasiun Bogor, Jawa Barat masih ramai.
Pantauan di lokasi, meski ada pembatas jarak di kursi KRL dan kursi tunggu stasiun, antrean masih terjadi ketika penumpang KRL hendak naik dan turun kereta.
Pengguna KRL yang mengarah ke Jakarta jumlahnya hampir sebanding dengan pengguna KRL yang mengarah ke Bogor. Mereka terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya sebelum melakukan "tap in" di pintu masuk stasiun.
Operasional KRL di Stasiun Bogor terpantau masih normal dan setiap jadwal keberangkatan memiliki jeda sekitar 5-10 menit. Hari ini, keberangkatan perdana dari Stasiun Bogor pukul 04.42 WIB.
Salah satu penumpang, Meldrick Richardson (29) mengaku tetap menggunakan KRL untuk menuju tempat kerjanya di Kebon Sirih DKI Jakarta. Dia menganggap KRL sebagai moda transportasi paling efektif.
"Selama masih beroperasi, KRL jadi pilihan, karena kalau naik motor dari Bogor ke Jakarta jarak tempuhnya lumayan jauh," ujar Meldrick dikutip dari Antara
Sebelumnya, PT Kereta Commuter Line belum memutuskan usulan kepala daerah dari lima wilayah, yaitu Wakil Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, Wali Kota Bekasi, Bupati Bogor dan Bupati Bekasi untuk menghentikan sementara operasional layanan KRL.
Kelima kepala daerah itu meminta penghentian sementara operasional KRL dalam rangka mendukung penerapan PSBB di kawasan Bodetabek.
"Belum ada kalau soal itu, nanti kami update lagi," kata Manager External Relations PT KCI Adli Hakim. (OL-8).
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved