Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMUA kepala daerah yang ada dari lima kota dan kabupaten di Jawa Barat, yang menjadi penyangga DKI Jakarta, melakukan rapat koordinasi secara virtual dengan pihak PT KCI dan DAOP 1 Jakarta, Senin (13/4) sore.
Rapat koordinasi tersebut buntut dari peristiwa di stasiun-stasiun kereta pada Senin pagi, saat terjadi penumpukan penumpang. Ribuan orang mengantre, berdesak-desakan dan mengabaikan sosial distancing atau melanggar pembatasan sosial berskala besar/PSBB).
"Tadi sudah koordinasi dengan PT KCI, DAOP 1 Jakarta, PT KAI, Bupati Bogor, Wali Kota Bekasi, Wali Kota Depok yang diwakili kadishubnya dan Bupati Bekasi yang juga diwakili kadishubnya," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.
Dalam pernyataan tertulisnya melalui WAG (whatsapp grup) media, Selasa (14/3) pagi, Dedie menegaskan lima kepala daerah di Bodebek memberikan opsi kepada PT KCI dan PT KAI sebagai operator KRL, untuk penghentian sementara kereta api commuter line. Pemberhentian operasional itu dilakukan selama 14 hari, sesuai masa pemberlakuan PSBB.
Tujuan besarnya, kata Dedie, agar efektivitas PSBB tercapai dan upaya menurunkan risiko penyebaran covid-19 berhasil secara kualitatif dan kuantitatif.
Lebih jauh Dedie menyebut, dari hasil pertemuan itu sebenarnya ada beberapa opsi yang muncul dan direkomendasikan. Baik kepada Daop 1 Jakarta PT KAI, PT KCI dan Gubernur DKI Jakarta.
"Yang ekstremnya adalah menutup operasi kereta selama 14 hari, tapi ada beberapa opsi lainnya," katanya.
Opsi tersebut diusulkan, karena jika operasional commuter line dihentikan risikonya terlalu besar. Dengan kondisi seperti sekarang, dia menganggap pengendalian pembatasan fisik sangat lemah.
"Kita tidak bisa menjamin bahwa pembatasan sosial distancing di dalam kereta api itu bisa terwujud. Buktinya apa? Buktinya terjadi penumpukan- penumpukan penumpang. Seperti kejadian tadi pagi. Kemudian tidak ada-protokol covid yang bisa dilakukan sebagaimana dari harapan kita semua,"ungkapnya.
Opsi lainnya, kepala- kepala daerah meminta kepada Gubernur DKI Jakarta untuk mengevaluasi, melakukan pengetatan terhadap kegiatan-kegiatan di Jakarta.
"Kami meminta Gubernur DKI memikirkan bagaimana sesungguhnya, bidang- bidang apa saja yang masih secara normal beroperasi di Jakarta. sehingga masyarakat, atau mereka yang berangkat dari Bogor dan Bekasi itu punya tujuan- tujuan tertentu di Jakarta," katanya.
Baca juga: Efektifkan PSBB tanpa Represi
Ia menyarankan masalah penumpukan penumpang commuter line ini bisa dipetakan oleh pihak-pihak terkait. Kemudian dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas, tentu, dari Bogor dan Bekasi ini bisa ditekan semaksimal mungkin.
Ketiga, lanjut Dedie, ada juga opsi alternatif. Kalau pun tidak dilakukan secara penuh, pemberlakukan operasional PT KAI itu hanya dilakukan bukan pada jam-jam sibuk.
"Artinya, misalnya hanya jam 11 pagi sampai dengan sampai jam 2 siang saja. Kalau memang ada kebutuhan mendesak dan memang harus naik kereta api, bukan di jam mereka bekerja," terangnya.
Menurutnya itu untuk menghindari seperti yang terjadi pada Senin pagi. Pasalnya, keluhan penumpukan penumpang bukan hanya terjadi di Stasiun Bogor, melainkan juga di Stasiun Cilebut, Stasiun Bojong Gede. Di Depok juga terjadi, bahkan stasiun Bekasi juga. Penumpukan yang sedikit ringan di Stasiun Cikarang.
"Nah, artinya permasalahnya adalah ketidakmampuan kita untuk melakukan sosial distancing di sarana moda kereta api," katanya.
Terakhir yang dibahas tadi, lanjut Dedie, para kepala daerah bersepakat untuk melaksanakan semua pemikiran, usulan ini dengan cara bersurat resmi ke Menteri Perhubungan, dan juga Gubernur DKI Jakarta. Kemudian juga kepada Gubernur Jabar untuk dilakukan pertimbangan- pertimbangan supaya tujuan dari sosial distancing yang sudah memakan biaya cukup besar ini tidak sia- sia.
"Sekarang kan, bicaranya jaring pengaman sosial, kemudian kita bicara bagaimana pendistribusian bantuan, bagaimana masyarakat bisa cepat kembali ke kehidupan normal. Tetapi di sisi lain, kita sedang memproduksi covid. Ini yang harus betul- betul dipikirkan, supaya pelaksanaan PSBB di Jabodetabek menjadi efektif dan efisien," pungkasnya. (A-2)
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Polres Metro Depok pada 2018 telah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Rotasi, baik secara vertikal maupun horizontal, merupakan bagian dari evaluasi organisasi yang dilakukan secara profesional.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
DI tengah harga daging sapi yang naik di sejumlah pasar tradisional, Perumda Dharma Jaya menegaskan akan menjaga keterjangkauan daging sapi bagi masyarakat Jakarta.
Pelajari cara efektif menghindari titik banjir di Jakarta. Dari daftar ruas jalan rawan hingga aplikasi pantau real-time untuk perjalanan aman.
OMC menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural Pemprov DKI untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan genangan, terutama di wilayah padat dan rawan.
Ia menyatakan, keberadaan Persija dengan basis suporter besar menjadikan klub tersebut sebagai aset strategis bagi kerja sama komersial.
Pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana. Berdasarkan Perda 3/2013, pelaku pembuangan sampah sembarangan dapat dikenai uang paksa hingga Rp500.000.
ANGGOTA Komisi C DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak, menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dalam Rapat Komisi yang berlangsung pada Selasa (20/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved